Kabar Baik! Sekolah Rakyat di Biak Numfor Papua Mulai Dibangun

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Momentum tersebut menandai komitmen Kementerian Dalam Neger dalam mendukung implementasi program prioritas Presiden.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian yang besar terhadap rakyat kecil, salah satunya terwujud dalam kebijakan pembangunan Sekolah Rakyat. Kebijakan tersebut, lahir dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap anak-anak terlantar.
Hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 Pasal 34 Ayat (1) yang menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Baca Juga: Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Surabaya, Kepala Bakom: Fasilitas Setara Sekolah Swasta Terbaik
"Terlintaslah ide beliau (Presiden Prabowo) 'Kita harus memelihara anak-anak terlantar’. Salah satunya, dengan cara diberikan sekolah untuk mereka supaya mereka tidak lagi menjadi pengemis seperti bapaknya, supaya mereka tidak lagi jadi pemulung seperti bapaknya. Mereka harus naik kelas, dan itu tanggung jawab negara," kata Tito, dikutip Minggu (2/8/2026).
Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial. Program tersebut menyasar anak-anak terlantar dari kelompok masyarakat prasejahtera, khususnya yang berada pada desil 1 dan 2.
Sekolah tersebut dibangun dengan konsep asrama dan seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara. Selain menyediakan fasilitas penunjang dan tenaga pendidik terbaik, pembinaan Sekolah Rakyat juga berada di bawah koordinasi Kemensos.
Sementara itu, Kemendagri mendapat tugas mengoordinasikan pemerintah daerah (Pemda) agar mendukung pelaksanaan program, salah satunya melalui penyediaan lahan.
Meski demikian, Mendagri mengakui tidak semua daerah langsung merespons program tersebut. Di Provinsi Papua, hanya beberapa daerah yang sejak awal menunjukkan kesiapan.
"Dan salah satunya adalah yang proaktif adalah Bupati Biak … Kalau beliau tidak nyiapkan ini, tidak akan jadi ini barang. Ya makanya tadi di Papua sendiri cuma tiga yang menyambut, Jayapura, Sarmi, dan Biak," tambahnya.
Baca Juga: Mensos Sambangi ICW, Perkuat Pencegahan Korupsi Program Sekolah Rakyat
Presiden Prabowo telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Januari 2026 lalu. Setelah peresmian tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat terus dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di berbagai daerah dengan menggunakan prototipe bangunan yang sama.
Dalam kesempatan itu, Mendagri mengajak para kepala daerah se-Tanah Papua untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Program tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan, sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memiliki masa depan lebih baik.
"Saya juga merasa bangga karena bisa melakukan groundbreaking di sini. Saya terima kasih dan merasa terhormat," tandas Mendagri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








