Puan Desak Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Minta Semua Partai Proses Kader yang Terlibat

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Kasus tersebut menjadi sorotan karena diduga melibatkan anggota DPRD dari tiga partai politik, yakni Therensius Lazakar dari Partai Golkar, Norbertus Tubani dari PKB, serta Kristianus Neonbeni dari PDIP.
Puan menegaskan praktik perundungan tidak boleh terulang dan seluruh proses hukum harus dijalankan secara transparan hingga tuntas.
Baca Juga: PDIP Ancam Pecat Kader Jika Terbukti Intimidasi dr. Icha hingga Meninggal
"Kemudian bahwa ada terjadi perundungan ya itu kan, ya jangan sampai terulang lagi, kita harus, itu harus diselidiki kemudian kasus hukumnya harus dituntaskan sampai sejelas-jelasnya," kata Puan dalam konferensi pers, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan sanksi bagi kader partai yang diduga terlibat, Puan mengatakan setiap partai memiliki mekanisme internal masing-masing. Namun, dia menegaskan proses hukum tetap harus menjadi prioritas.
"Ya pastinya nanti semua partai yang memang anggotanya terlibat mempunyai mekanisme dalam hal tersebut. Namun yang pasti, sanksi hukum atau kemudian penyelidikan harus dilakukan sampai tuntas," tegasnya.
Kasus meninggalnya dr. Icha saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Sejumlah partai politik, termasuk PDIP, Golkar, dan PKB, sebelumnya menyatakan akan menghormati proses hukum serta memproses kadernya apabila terbukti melakukan pelanggaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









