Ahmad Sahroni Ungkap Alasan Listyo Sigit Masih Dipertahankan Jadi Kapolri

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menilai, keberlanjutan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri tidak terlepas dari kebutuhan menjaga stabilitas keamanan nasional sejak proses Pemilu Presiden hingga jalannya pemerintahan saat ini.
Menurut Sahroni, Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit dinilai mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban nasional dengan baik di tengah dinamika politik nasional beberapa tahun terakhir.
“Tapi kan di kala sekarang misalnya Pak Listyo Sigit, itu ada kebutuhan khusus dari proses pemilihan Presiden sampai proses sekarang. Dinilai Polri itu mumpuni secara baik, kenyamanan dan keamanan yang dilakukan oleh Pak Sigit sendiri,” kata Sahroni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Meski demikian, Bendahara Umum Partai NasDem itu berpandangan masa jabatan Kapolri ke depan idealnya dibatasi agar proses regenerasi di tubuh Polri dapat berjalan lebih optimal.
Ia mendukung usulan pembatasan masa jabatan Kapolri maksimal tiga tahun sebagai bagian dari agenda reformasi kelembagaan Polri.
“Itulah langkah di mana tim reformasi ini dibuat agar tidak ya kayak misalnya jabatan Kapolri yang akan datang, setaranya jangan terlalu lama, maksimal 3 tahun,” ujarnya.
Menurut Sahroni, pembatasan masa jabatan penting untuk menjaga kaderisasi dan promosi perwira tinggi di lingkungan Polri berjalan lebih sehat dan terstruktur.
“Ada hal khusus yang diberikan oleh Pak Sigit. Maka itu masih bertahan sampai hari ini, dan ke depan nanti akan dirubah menjadi maksimal 3 tahun,” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri Jenderal Pol (Purn) Ahmad Dofiri juga menyampaikan pandangan serupa.
Ia menilai masa jabatan Kapolri idealnya berada di kisaran dua hingga tiga tahun demi menjaga regenerasi kepemimpinan di tubuh kepolisian.
“Nah jadi, di Kapolri itu kira-kira 2 sampai dengan 3 tahun idealnya seperti itu. Ini supaya regenerasinya juga bagus,” ujar Dofiri.
Menurut Dofiri, proses regenerasi akan berjalan lebih baik apabila jenjang karier perwira tinggi Polri dibangun melalui mekanisme yang jelas, profesional, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









