Pemerintah Harus Segera Investigasi Menyeluruh, Cari Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, yang menelan korban meninggal hingga 15 orang.
"Insiden ini perlu segera dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui pasti faktor penyebab kecelakaan, apakah ada human error, atau persoalan dalam persinyalan atau bahkan manajemen operasionalnya," kata Sari melalui keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).
Dia pun menyampaikan keprihatinannya, dan ikut berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban terkait insiden kecelakaan maut tersebut. Menurutnya, kecelakaan ini harus menjadi perhatian serius.
Baca Juga: MTI Ungkap Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dipicu Perlintasan Tanpa Palang dan Kelalaian Masinis
"Kami menyampaikan prihatin dan turut berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan pihak yang terdampak atas insiden tabrakan kereta yang terjadi di Bekasi Timur," imbuhnya.
Dia menegaskan, pemerintah dan pihak-pihak terkait harus segera memberikan perhatian serius terkait dengan pemulihan korban.
"Tentunya perlindungan dan pemulihan fisik dan mental bagi para korban harus diutamakan, tak terkecuali restitusi yang harus dibayarkan pihak operator sebagai tanggung jawab atas terjadinya insiden tersebut" tambah Sari.
Dia berharap, insiden yang terjadi di Bekasi Timur ini harus menjadi yang terakhir, dan dia meminta kepada Pemerintah dan KAI untuk melakukan evaluasi dan monitoring berkala untuk memastikan bahwa seluruh sistem Kereta yang ada layak dan aman digunakan.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mencatat korban meninggal akibat tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur menjadi 15 orang, dan sudah dievakuasi.
Baca Juga: Sejarah Argo Bromo Anggrek
"Ada 15 korbann yang terakhir di evakuasi dalam kondisi meninggal dunia, dan lima dari korban (terjepit) bisa kita selamatkan," kata Syafii saat dihubungi Akurat.co, Selasa (28/4/2026).
Dia menjelaskan, dalam proses SAR yang dilakukan proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus. Saat itu masih terdapat korban yang masih terjepit material kereta, sehingga diperlukan keahlian ekstrikasi dengan peralatan khusus dan dilakukan dengan hati-hati.
"Ini membutuhkan penanganan khusus dibantu oleh seluruh potensi melakukan operasi sar dengan penumpang hati-hatian," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








