Pemulihan Pascabencana Sumatera, Pemerintah Percepat Pembersihan Lumur dan Rehabilitasi Sawah

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat penanganan pembersihan lumpur akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera, untuk memulihkan aktivitas masyarakat serta memastikan fasilitas publik dapat kembali berfungsi normal.
Selain itu, pemerintah juga mendorong rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana, untuk menjaga pasokan beras dan mempercepat pemulihan kehidupan petani.
Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mencatat progres signifikan pembersihan lumpur di tiga provinsi terdampak, dengan lokasi terbanyak di Provinsi Aceh.
Baca Juga: Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
"Total 476 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 396 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara 80 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan," kata Tito, dikutip Minggu (29/3/2026).
Sementara di Sumut, dari total 24 lokasi yang menjadi target pembersihan, sebanyak 20 lokasi telah berhasil dibersihkan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Adapun di Sumbar, proses pembersihan lumpur telah rampung sepenuhnya di 29 lokasi terdampak telah tuntas dibersihkan 100 persen.
Dia menuturkan, capaian pembersihan lumpur ini juga sejalan dengan progres lahan sawah yang berhasil direhabilitasi.
Berdasarkan data Satgas PRR 28 Maret, dari total 42.702 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi sawah di tiga provinsi terdampak, sebanyak 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sementara 5.333 hektare masih dalam proses penanganan.
Di Provinsi Aceh dari 31.464 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 42 hektare sawah berhasil direhabilitasi. Sementara, di Sumut dari 7.336 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 170 hektare berhasil direhabilitasi.
Sedangkan di Sumbar, dari 3.902 hektare sawah yang menjadi sasaran rehabilitasi, sebanyak 779 hektare berhasil direhabilitasi.
Baca Juga: Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Sebelumnya, Tito mengungkapkan pembersihan lumpur menjadi fokus utama pemerintah untuk mempercepat pemulihan di sejumlah titik terdampak.
"Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland (dataran rendah). Kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya. Kita memiliki titiknya, jumlahnya lebih kurang 445 di tiga provinsi. Yang sudah diselesaikan di Sumatera total semuanya itu lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi," jelasnya.
Selain itu, pihaknya sedang berusaha menormalisasi sungai di tiga provinsi terdampak yang penuh dengan sedimentasi lumpur. "Normalisasi sungai sangat penting untuk mencegah banjir susulan dan mendukung irigasi untuk sawah dan tambak warga," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








