Momentum Lebaran Tingkatkan Wisata Domestik dan Ekonomi Daerah

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mengatakan bahwa momentum Lebaran menjadi penggerak utama perputaran ekonomi daerah, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan lonjakan wisatawan domestik.
Kebijakan pemerintah dalam mengelola arus mudik tidak hanya berdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
"Momentum Lebaran ini selalu menjadi pengungkit ekonomi nasional, terutama di daerah. Perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda bagi masyarakat," kata Lamhot, dikutip Selasa (24/3/2026).
Baca Juga: 28.696 Pemudik Diperiksa di Pos Kesehatan Selama Periode Lebaran, Paling Banyak Alami Hipertensi
Menurutnya, tradisi mudik mendorong konsumsi masyarakat secara luas, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam beberapa tahun terakhir, perputaran uang selama periode Lebaran bahkan diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.
Dia mengatakan, kondisi itu menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor riil yang langsung menyentuh masyarakat.
"UMKM harus mampu menangkap peluang ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pemerintah juga perlu memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal," ucapnya.
Selain UMKM, sektor pariwisata juga diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Tingginya mobilitas masyarakat akan berdampak pada meningkatnya okupansi hotel serta kunjungan ke destinasi wisata lokal.
"Okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata diperkirakan meningkat tajam. Ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya.
Daerah dengan destinasi unggulan, baik wisata alam, budaya, maupun kuliner, berpotensi mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan dibandingkan hari biasa.
Baca Juga: Cara Cek Jadwal One Way dan Contraflow Arus Balik Lebaran 2026, Jangan Sampai Terjebak Macet!
Untuk memaksimalkan itu, dia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan di daerah tujuan wisata, termasuk aspek aksesibilitas, kebersihan, dan keamanan.
Dia juga menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola lonjakan aktivitas ekonomi selama Lebaran, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Menurutnya, kebijakan rekayasa lalu lintas dan peningkatan layanan transportasi yang diterapkan pemerintah turut berkontribusi dalam memperlancar distribusi ekonomi selama periode mudik. "Semakin lancar mobilitas masyarakat maka semakin besar pula potensi perputaran uang yang terjadi," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








