1.518 Huntara Selesai Dibangun, Warga Gayo Lues Bisa Rayakan Idulfitri Lebih Layak

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.518 hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, telah selesai dibangun.
Capaian tersebut setara dengan sekitar 88 persen dari target pembangunan 1.713 unit huntara di wilayah tersebut.
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, berharap seluruh huntara di Gayo Lues dapat segera rampung sehingga warga terdampak bisa segera meninggalkan tenda pengungsian, dan dapat merayakan Idulfitri di hunian yang lebih layak.
Baca Juga: Pembangunan Huntara Dikebut, Pengungsi di Tenda Ditargetkan Nol sebelum Idulfitri
"Kami pastikan menjelang lebaran tahun 2026, untuk Kabupaten Gayo Lues, sudah tidak ada lagi masyarakat yang ada di tenda," ujar Suharyanto, seperti dikutip dari keterangannya, Kamis (12/3/2026).
BNPB juga akan terus mendampingi keluarga yang masih menunggu proses pembangunan huntara. Selama masa tersebut, warga akan ditempatkan di lokasi yang lebih layak, seperti gedung balai latihan kerja milik pemerintah daerah.
"Supaya semua masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gayo Lues bisa menikmati, bisa mengikuti perayaan Idulfitri dengan lebih baik dan lebih hikmat," tambahnya.
Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu, pemerintah terus mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi di daerah terdampak.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan huntara dengan konsep hunian komunal, agar warga dapat segera berpindah dari tenda pengungsian ke tempat tinggal yang lebih layak.
Salah satu lokasi pembangunan huntara di Gayo Lues berada di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren. Saat ini, kompleks hunian komunal yang dihuni sekitar 150 kepala keluarga (KK) tersebut telah berdiri dan tersusun rapi, dengan warga yang mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Huntara di Wilayah Bencana Sumatera Berbeda-beda, Tito Pastikan Warga Tetap Dapat Fasilitas Layak
Selain di Desa Agusen, pembangunan huntara juga dilakukan di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Di lokasi tersebut, sebanyak 133 KK telah menempati kompleks hunian komunal yang dilengkapi fasilitas dasar seperti pasokan air dan listrik. Setiap unit hunian juga dilengkapi kamar mandi dan toilet.
Suharyanto menjelaskan, keluarga yang baru menempati huntara akan menerima bantuan bahan pokok dan kebutuhan nonpangan untuk mencukupi kebutuhan selama 10 hari. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, sebelum mereka menerima bantuan jaminan hidup dari pemerintah pusat.
"Keluarga yang menempati huntara akan diberikan bantuan oleh BNPB berupa perlengkapan dan makanan selama 10 hari sejak mereka masuk ke huntara," ujar Suharyanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








