Prabowo Punya Cukup Modal Politik untuk Jadi Juru Damai Iran dengan Israel-AS

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, sudah memiliki modal yang cukup untuk menjadi juru damai atas ketegangan yang berlangsung antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Tawaran untuk menjadi juru damai menjadi langkah yang tepat, di tengah meningkatnya komunikasi dan hubungan Presiden Prabowo dengan para pemimpin dunia.
"Saya kira sangat tepat Presiden Prabowo menawarkan diri untuk menjadi mediator karena kita sama-sama lihat belakangan ini performa Presiden di panggung internasional dan interaksinya dengan pemimpin-pemimpin dunia kunci sedang bagus," kata Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa, saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Niat Prabowo Jadi Juru Damai Konflik di Iran Baik, Tapi Tantangannya Besar
Dia kemudian menyinggung rangkaian perjalanan yang dilakukan Presiden Prabowo bulan lalu, mulai dari menghadiri agenda Board of Peace, bertemu secara bilateral dengan Presiden AS Donald Trump, mengunjungi Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ.
Dalam pertemuannya dengan para pemimpin negara, Teguh meyakini bahwa Presiden Prabowo juga berkomunikasi tentang upaya menciptakan perdamaian yang tidak hanya di Gaza, tapi juga di berbagai tempat di muka bumi, khususnya kawasan Timur Tengah.
"Jadi saya kira modal politik di panggung global yang dimiliki oleh Presiden Prabowo ini cukup untuk bisa mengajak semua pihak menemukan titik tengah," ujarnya.
Selain itu, Teguh juga menyoroti pembicaraan terakhir antara AS dengan Iran yang difasilitasi oleh Oman di Jenewa, Swiss. Dalam pertemuan itu, disebutkan bahwa ada kemajuan yang signifikan. Namun, tanpa disangka serangan justru terjadi dan memperkeruh situasi.
Oleh karena itu, dia meyakini bahwa Prabowo bisa hadir sebagai pemain baru yang dapat memecah kebuntuan antara Iran dengan Israel-AS. "Jadi saya pikir barangkali diperlukan pihak yang memang baru, pemain baru, untuk menjadi mediator yang relatif bisa diterima oleh pihak-pihak yang bertikai," ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan keterangan resmi pasca meletusnya serangan militer ke Iran yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: MUI Ajak Negara Lain Jadi Juru Damai Hentikan Serangan AS-Israel ke Iran
Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.
"Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai," tulis Kemlu melalui keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Presiden Prabowo Subianto disebut bersedia untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif. Bahkan, Presiden Prabowo juga siap jika harus bertolak ke Teheran, Iran, guna memediasi secara langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Perbedaan Digital Citizen dan Citizen Journalism: Pengertian serta Karakteristiknya
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







