Prabowo Curhat Banyak Diejek Profesor Saat Luncurkan MBG: Mereka Dendam dan Dengki

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mengisahkan dirinya banyak dijelek-jelekkan oleh orang terdidik, sekelas professor, saat meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden Prabowo merasa heran. Pasalnya, pihak-pihak tersebut justru melakukan tuduhan-tuduhan yang tidak benar dan meramalkan bahwa Program MBG tidak akan berhasil.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta groundbreaking 107 SPPG Polri di Asrama Polri Polsek Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
"Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya. Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang," jelasnya.
Presiden Prabowo menduga tindakan tersebut sebagai ungkapan dendam atau sifat dengki yang sudah tertanam di dalam pribadi para profesor tersebut.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Polisi dan Tentara Punya Tugas yang Suci untuk Kepentingan Rakyat
Ia pun merasa sedih karena para insan terdidik tersebut tidak mampu melihat realitas bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan Program MBG.
"Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin adalah biasa. Tapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya," tuturnya.
Presiden Prabowo meyakini bahwa pemerintah sudah berada di jalan yang benar dengan menjalankan Program MBG. Hal ini dilandasi oleh tingginya angka stunting yang melanda anak-anak di Indonesia.
Program MBG adalah langkah konkret pemerintah dengan melakukan intervensi langsung dalam rangka meningkatkan gizi masyarakat.
"Stunting waktu itu 25 persen dari anak-anak kita. Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa dengan hanya dengan kata-kata, hanya dengan program-program indah. Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah, langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia," jelas Presiden Prabowo.
Baca Juga: Ibu-ibu Palmerah Antusias Sambut Prabowo, Dukung Penuh SPPG Polri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








