Akurat Logo

Mendagri Minta Instansi Perkuat Sistem IT untuk Digitalisasi Perlinsos

Ayu Rachmaningtyas | 16 Oktober 2026, 21:35 WIB
Mendagri Minta Instansi Perkuat Sistem IT untuk Digitalisasi Perlinsos
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi Rencana Rollout Nasional Digitalisasi Perlinsos di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Jumat (16/10/2026). - Dok. Kemendagri

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menekankan pentingnya penguatan sistem teknologi informasi (IT) pada instansi yang terkait dengan aplikasi digital Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Dia menjelaskan, penguatan ini untuk mendukung integrasi dan pengolahan data lintas instansi sekaligus menjaga keamanan serta keandalan sistem.

Penentuan kelayakan penerima bantuan Perlinsos memerlukan integrasi data dari sejumlah instansi. Data tersebut mencakup informasi kepemilikan tanah dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), kepemilikan kendaraan dari kepolisian, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta data kependudukan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Baca Juga: Apa Itu Perlinsos Digital? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Daftarnya

Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut mendukung proses pengategorian kelayakan penerima bantuan.

"Kenapa kekuatannya aplikasi Perlinsos kuat sekali? Karena menggabungkan data-data dari berbagai instansi, dan menggunakan AI untuk membaca bahwa ini layak atau tidak layak," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Rencana Rollout Nasional Digitalisasi Perlinsos di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Untuk mendukung penerapan sistem tersebut, Mendagri menyebutkan bahwa sistem IT di Dukcapil telah diperkuat. Sebab, meskipun menawarkan kecepatan dalam pengolahan data, sistem berbasis IT juga memiliki risiko gangguan, baik akibat kerusakan sistem maupun serangan siber, yang dapat menghambat layanan.

Untuk itu, fia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur IT pada seluruh instansi yang terlibat dalam aplikasi Perlinsos, terutama berkaitan dengan kapasitas penyimpanan (storage), lebar pita jaringan (bandwidth), sistem pencadangan (backup), dan keamanan siber (cybersecurity).

Baca Juga: Tak Asal Cair, Ini 6 Data Calon Penerima Bansos 2027 yang Diperiksa lewat Perlinsos Digital

"Perkuat betul storage, bandwidth-nya, dan cybersecurity-nya," tambahnya.

Tito menekankan, pengelolaan data dalam aplikasi Perlinsos harus memperhatikan ketentuan pelindungan data pribadi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, penguatan sistem IT juga diperlukan untuk mencegah akses tidak sah dan melindungi data yang dikelola oleh instansi terkait.

"Sebab lalu lintas data sedemikian banyak, perlu dilakukan verifikasi, validasi. Saran kami, masing-masing semua yang terlibat dalam aplikasi ini, semua memperkuat sistem IT mereka," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.