Kemiskinan Struktural, Luka Lama dalam Sistem Sosial Indonesia

AKURAT.CO Kemiskinan tidak semata-mata berkaitan dengan rendahnya pendapatan atau ketiadaan pekerjaan. Di Indonesia, terdapat persoalan kemiskinan yang lebih kompleks dan mendalam, yakni kemiskinan struktural.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat tetap hidup dalam kemiskinan bukan karena kurangnya usaha, melainkan akibat struktur sosial, ekonomi, dan politik yang tidak adil sehingga membatasi akses terhadap kehidupan yang layak.
Kemiskinan struktural merupakan bentuk kemiskinan yang bersumber dari sistem atau tatanan masyarakat yang tidak berpihak.
Struktur tersebut menghambat akses masyarakat terhadap pendidikan, lapangan kerja, layanan sosial, serta sumber daya ekonomi, sehingga peluang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi sangat terbatas.
Penyebab Kemiskinan Struktural
Sejumlah faktor menjadi penyebab utama kemiskinan struktural di Indonesia.
Pertama, ketimpangan struktur sosialyang menyebabkan kelompok tertentu kesulitan memperoleh akses ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan yang layak.
Kedua, kesenjangan akses terhadap pendidikan dan layanan dasar, seperti kesehatan, yang membuat masyarakat miskin sulit meningkatkan kualitas hidupnya.
Selain itu, kebijakan pembangunan yang tidak inklusif juga berkontribusi memperlebar jurang kesejahteraan.
Pembangunan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan sering kali hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Baca Juga: Demi Daya Saing Global, Gibran Dorong Generasi Muda Kuasai AI dan Blockchain
Faktor lain adalah ketidakadilan distribusi sumber daya, seperti tanah, modal, dan sumber daya alam, yang memperkuat kemiskinan secara sistemik.
Kemiskinan struktural juga diperparah oleh korupsi dan lemahnya tata kelola pemerintahan, yang menyebabkan anggaran publik tidak tepat sasaran dan gagal menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Ciri-Ciri Kemiskinan Struktural
Kemiskinan struktural memiliki sejumlah karakteristik khas.
Mobilitas sosial yang rendah membuat individu yang lahir dari keluarga miskin cenderung tetap berada dalam kondisi yang sama.
Akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, dan infrastruktur dasar juga sangat terbatas.
Masyarakat miskin struktural umumnya berada dalam kondisi rentan karena tidak memiliki jaminan perlindungan sosial ketika menghadapi krisis ekonomi atau masalah kesehatan.
Kesempatan kerja pun terbatas, sehingga mereka lebih banyak bekerja di sektor informal dengan pendapatan rendah dan tidak menentu. Kondisi ini membentuk lingkaran kemiskinanyang diwariskan antargenerasi.
Dampak Kemiskinan Struktural
Dampak kemiskinan struktural sangat luas, mulai dari sulitnya akses pendidikan dan layanan kesehatan, berlanjutnya kemiskinan antar generasi, hingga semakin lebarnya kesenjangan sosial.
Ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial juga meningkat karena tidak adanya jalan keluar yang berkelanjutan dari sistem yang timpang.
Kemiskinan struktural merupakan persoalan mendasar yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan jangka pendek.
Baca Juga: Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Nusantara, Simbol Akulturasi dan Persatuan Bangsa
Diperlukan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan, mencakup pemerataan akses pendidikan, penciptaan lapangan kerja yang layak, layanan sosial yang merata, serta distribusi sumber daya yang adil.
Tanpa perbaikan struktural, upaya pengentasan kemiskinan berisiko hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









