Berantas Penyebaran Narkoba, Mendes Ingin Setiap Desa Punya Satgas Antinarkoba

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, ingin setiap desa membentuk satuan tugas (satgas) antinarkoba untuk memberantas penyebaran narkoba di tingkat desa.
Nantinya, setiap satgas beranggotakan 20 orang, yang bertugas melakukan pencegahan, pendeteksian dini, serta penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba di desa.
"Satgas inilah yang akan membangun jejaring di desa. Kalau ada yang mencurigakan, ada gerak-gerik yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan perangkat desa harus segera melakukan langkah-langkah strategis," kata Yandri di Jakarta, dikutip Selasa (4/11/2025).
Baca Juga: 13 Anggota Kartel Narkoba Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi di Sinaloa, Meksiko
Dia berharap, Deklarasi Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) menjadi tonggak penting komitmen bersama dalam merealisasikan Kalimantan Selatan yang bebas dari ancaman narkotika, dengan menggandeng seluruh mitra termasuk masyarakat desa.
Deklarasi Desa Bersinar di Kalimantan Selatan juga diharapkan menjadi model nasional, dalam memperkuat peran desa sebagai benteng pertama dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Gerakan ini sekaligus menjadi implementasi nyata semangat superteam yang diusung Presiden Prabowo Subiant, dalam membangun Indonesia yang sehat, bersih, dan berdaulat.
"Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja karena persebarannya luas dengan jejaring yang kuat. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menumpas jaringan peredaran gelap narkotika di seluruh pelosok negeri," jelasnya.
Yandri menegaskan, narkoba kini telah menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Dia pun mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya pemberantasan tiga musuh besar bangsa, yakni narkoba, korupsi, dan judi online (judol).
"Narkoba sudah menjadi ancaman serius Republik ini. Maka Pak Presiden Prabowo menegaskan narkoba, korupsi, dan judi online harus diberantas. Pada 29 Oktober lalu di Mabes Polri, Presiden memusnahkan 214,84 ton barang bukti narkoba. Ini menunjukkan keseriusan negara," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil








