Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Tahap Konsolidasi, Sinkronisasi Pusat dan Daerah Jadi Tantangan

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang akan genap berusia satu tahun, dinilai masih berada dalam fase konsolidasi kebijakan.
Direktur Eksekutif Lembaga Public Policy (LPP), Aldi Pradana, mengatakan, arah visi besar pemerintahan Prabowo dan Gibran mulai terlihat. Namun tantangan terbesar ada pada sinkronisasi antara kebijakan di tingkat pusat dan daerah.
"Menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, saya melihat pemerintah masih dalam fase konsolidasi kebijakan. Arah visi besar sudah mulai terlihat tetapi tantangannya ada pada sinkronisasi antara pusat dan daerah agar program prioritas benar-benar dirasakan publik," jelasnya, saat dihubungi Akurat.co, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga: Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Jadi Contoh Konsolidasi Politik Terkuat Sejak Reformasi
Aldi menyoroti Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan Presiden Prabowo, yang menurutnya perlu diukur secara substansial, bukan hanya dari sisi distribusi.
Ia menilai ukuran keberhasilan program tersebut seharusnya dilihat dari perbaikan kualitas gizi masyarakat dan penurunan angka stunting.
"Efektivitasnya harus diukur bukan dari jumlah nasi kotak yang dibagikan tapi dari sejauh mana program ini memperbaiki kualitas gizi dan menurunkan angka stunting," katanya.
Baca Juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran Berhasil Wujudkan Swasembada Pangan dan Kemandirian Nasional
Aldi juga menyinggung program Koperasi Merah Putih sebagai salah satu indikator penting dalam menilai kinerja ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia berharap pemerintah dapat memastikan program tersebut benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Aldi menilai soliditas kabinet Presiden Prabowo saat ini sudah mulai terbentuk. Reshuffle yang dilakukan beberapa waktu lalu dinilai menjadi langkah tegas Prabowo untuk menjaga ritme kerja pemerintah agar tetap sejalan dengan visi utama.
"Reshuffle menunjukkan siapa anggota kabinet yang tidak tertib atau melakukan gerakan tambahan yang tidak sesuai dengan langkah Presiden akan diganti," ujarnya.
Baca Juga: Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, 98 Resolution Network Gelar 'Warga Peduli Warga Jilid 4'
Memasuki tahun kedua pemerintahan harus mulai memperkuat evaluasi program dan transparansi kinerja.
Menurut Aldi, keterbukaan informasi publik menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Satu tahun pertama (Prabowo-Gibran) menjadi cermin bagaimana arah kepemimpinan dan tata kelola akan dijalankan ke depan," tutupnya.
Baca Juga: Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Puan: Pemilu Masih Jauh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








