Pemerintah Beri Bansos hingga Rp15 Juta untuk Korban Demo yang Wafat dan Luka-luka

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada para keluarga korban aksi demonstrasi yang berujung kericuhan.
"Kasus kemarin itu sama dengan bansos adaptif yang menjadi bagian dari program kementerian sosial. Sama dengan korban bencana maupun korban bencana alam maupun non alam," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (5/9/2025).
Dia menjelaskan, pemberian bansos tersebut akan diberikan dalam bentuk uang yang nominalnya disesuaikan dengan kondisi korban. Bagi korban wafat, maka keluarganya akan diberikan bantuan sebesar Rp15 juta, sedangkan luka-luka Rp5 juta.
Baca Juga: BIN: Situasi Nasional Pasca Demo Berangsur Kondusif
"Kalau wafat itu untuk santunan ahli waris sebesar 15 juta rupiah untuk luka-luka berat itu 5 juta rupiah dan juga bisa dibantu kemudian lanjutan jika memang memerlukan," ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga sangat memungkinkan untuk memberikan bantuan tambahan bagi korban yang mengalami luka-luka, untuk melakukan perawatan lebih lanjut. Semua bantuan tersebut bersumber dari dana APBN yang disalurkan melalui Kemensos.
"Sesuai dengan assessment-nya nanti akan diberi bantuan tambahan, termasuk juga pemulihan-pemulihan berikutnya. Misalnya untuk rehabilitasi sosialnya. Kemudian juga mungkin pemberdayaannya," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








