Berkat Dukungan Pemerintah, Panen Raya Jagung Tahun ini Bawa Berkah bagi Petani Bengkayang

AKURAT.CO Panen Raya Jagung membawa berkah tersendiri bagi petani di Bengkayang, Kalimantan Barat. Tentunya, hal ini tak terlepas dari dukungan pemerintah.
Serapan hasil panen Bulog sebesar Rp5.500 per kilogram, sangat berarti bagi petani. Sebab selama ini, mereka biasa menjual kepada pengumpul mandiri di kisaran angka Rp4.000-an per kilogram.
Salah satunya Yaplem, warga Bengkayang yang sudah 20 tahun menanam jagung. Dia sempat merasa nasibnya tidak pasti, akibat harga jual jagung yang kerap jatuh.
"Kini, dengan adanya dukungan pemerintah, saya makin giat menanam jagung," ucapnya saat ditemui, dikutip Minggu (8/6/2025).
Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung di Kalbar, Mentan Ditargetkan Setop Impor pada 2026
Sementara Andri, warga Bengkayang lainnya, mengaku sempat banting setir menjadi penyadap getah karet. Namun, kini dia kembali menjadi petani jagung berkat kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang pro petani.
"Saya sempat berhenti tanam jagung dan beralih jadi pengumpul karet. Berkat kebijakan Pak Prabowo ini, saya kembali menanam jagung," katanya.
Sedangkan Supriyanto mengaku, sangat terbantu dengan dukungan pemerintah mengajarkan metode baru dalam menanam jagung. Ilmu baru didapat bersamaan dengan bantuan pupuk, bibit, dan alat pertanian, termasuk teknologi dalam memberantas hama.
"Jadi hasil saya lebih banyak, kualitas lebih bagus, harga lebih tinggi. Itu yang diekspor ke Malaysia jagung saya," katanya.
Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Prita Laura, panen kali ini sekaligus menjadi momentum ekspor perdana ke Malaysia yang dilakukan serentak di Bengkayang, Sumbawa (NTB) dan Gorontalo (Gorontalo).
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Kalbar, Panen Raya Jagung hingga Lepas Ekspor Perdana ke Malaysia
Sebanyak 120 ribu ton jagung diekspor ke Kuching, Malaysia. Permintaan dari Negeri Jiran tersebut mencapai 240 ribu ton jagung per tahun.
Keberhasilan panen raya kali ini berkat sinergi para pihak. Antara lain, TNI AU menyediakan lahan untuk ditanami rakyat, Polri mendampingi petani memaksimalkan hasil, Kementerian Pertanian menyediakan kebutuhan petani, dan Bulog menyerap hasil panen dengan harga baik.
"Kini, petani jagung senang, harga lebih tinggi, hasil lebih banyak, pasar lebih luas dengan ekspor," ujar Prita yang menemui langsung sejumlah petani jagung di Bengkayang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia







