Akhiri Konflik di Papua, DPR Dukung Prabowo Beri Amnesti untuk Tahanan Politik

AKURAT.CO Anggota Komisi II DPR RI dari fraksi PKB, Indrajaya, mengatakan rencana Presiden Prabowo Subianto memberikan pengampunan (amnesti) kepada tahanan politik (Tapol) Papua, dapat menjadi pintu pembuka untuk mengakhiri konflik bersenjata secara permanen di Bumi Cendrawasih.
Hal ini juga mendapatkan dukungan dari banyak kalangan. Menurutnya, memberikan amnesti kepada tahanan politik asal Papua merupakan pendekatan baru dalam upaya menciptakan perdamaian di tanah Papua.
"Kami tentu sangat mengapresiasi dan berharap pemberian amnesti diikuti dengan langkah konstruktif menuju perdamaian abadi di tanah Papua," ujar Indrajaya, Rabu (29/1/2025).
Baca Juga: Kemendagri Kawal Pembangunan di Empat daerah Otonom Baru di Papua
Dia mengatakan, pemberian amnesti kepada para tahanan politik Papua merupakan langkah bijak dari Presiden Prabowo. Apalagi, sebagian narapidana akibat konflik bersenjata tersebut sudah dalam kondisi yang memprihatinkan.
"Saya mendengar narapidana konflik bersenjata ini ada yang mengalami sakit berat, cacat permanen, sampai gangguan kejiwaan, pemberian amnesti ini dapat mengobati dendam dan meredakan konflik bersenjata," ujarnya.
Indra mengingatkan, Indonesia adalah negara yang memiliki pengalaman baik dalam memberikan amnesti akibat konflik bersenjata. Dia mencontohkan, amnesti yang diberikan melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2005.
Pada MoU itu, amnesti menjamin keamanan dan semua akibat hukum pidana bagi semua anggota GAM dihapuskan. Selanjutnya, hak sosial, politik, ekonomi dan hak-hak lainnya dari anggota GAM dipulihkan.
Menurut dia, salah satu dugaan sulitnya menghilangkan konflik di Papua ialah adanya eksploitasi sumber daya alam oleh pemerintah pusat yang sebelumnya dirasakan tidak adil. Pemerintah seharusnya, dapat menerima manfaat nyata dari pembangunan di Papua.
"Presiden Prabowo harus dapat meyakinkan, Program Asta Cita yang dicanangkan dapat memberikan keadilan dan kemakmuran merata bagi rakyat dari Aceh hingga Papua," katanya.
Baca Juga: Tokoh Masyarakat Papua Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo
Dia menegaskan, langkah mewujudkan perdamaian abadi di tanah Papua tidak boleh berhenti pada sekadar langkah amnesti saja. Menurutnya, dalam waktu dekat pemberian amnesti tersebut harus diikuti dengan jalan dialog kemanusian pemerintah dengan para stakeholder di Papua.
"Pemberian amnesti itu hak presiden, tapi harus disertai jalan dialog damai, rekonsiliasi dalam perspektif HAM, dan jaminan keamanan, keadilan, dan pemerataan kesejahteraan," kara legislator asal Papua Selatan ini.
Indra sangat menyayangkan, meski pemerintahan sudah berganti-ganti tapi belum mampu menyelesaikan konflik bersenjata di bumi Papua. Konflik bersenjata ini terus menunjukkan eskalasi dalam lima tahun terakhir.
Pada tahun 2020, sekurangnya terjadi dua peristiwa yakni penembakan anggota Brimob oleh KKB di Bandara Kenyam Nduga pada bulan Januari dan penyerangan personel Satgas Mupe Marinir oleh KKB pada Maret 2020. Terakhir, pada Januari-Maret 2024 terjadi konflik bersenjata antara aparat TNI-Polri dengan TPNPB.
"Saya berharap pada pemerintahan Presiden Prabowo konflik bersenjata ini tidak terjadi lagi. Saya juga percaya Presiden Prabowo serius dapat menciptakan kedamaian di Papua," kata Indra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






