DPR Minta Pemerintah Segera Evaluasi Proyek PIK 2

AKURAT.CO DPR meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2).
Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPR, Rahmat Saleh, menyusul berbagai kontroversi dan penolakan dari masyarakat yang kian meluas.
"Kita melihat ada banyak persoalan di lapangan terkait PSN PIK 2. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ATR/BPN, harus melakukan evaluasi komprehensif. Agar proyek ini tidak justru merugikan masyarakat," jelasnya, kepada wartawan, Rabu (15/1/2025).
Baca Juga: Lagi, PT MBM Kembali Ingatkan Jangan Ada Klaim Kepemilikan Tanah Di PIK 2
Menurut Rahmat, resistensi masyarakat terhadap proyek PIK 2 perlu menjadi perhatian serius.
Sebab, pelaksanaan proyek tersebut harus berpijak pada kepentingan publik dan mematuhi regulasi yang berlaku, terutama dalam aspek tata ruang dan lingkungan.
"Proyek ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi investasi saja. Aspek sosial, hukum dan lingkungan harus diperhatikan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban atas nama pembangunan," ujarnya.
Rahmat mengingatkan bahwa status PSN yang disematkan pada proyek PIK 2 seharusnya tidak menjadi tameng bagi pengembang untuk mengabaikan hak-hak masyarakat.
Baca Juga: TACO Menyuguhkan Pengalaman Eksklusif Melalui Kehadirannya di Indonesia Design District PIK 2
Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dalam memastikan proyek berjalan sesuai aturan.
Ia berharap Kementerian ATR/BPN segera mengambil langkah konkret untuk evaluasi lanjut proyek PIK 2.
"Kami mendorong pemerintah untuk bersikap tegas. Evaluasi harus dilakukan secara objektif dan transparan demi kepentingan bersama," katanya.
Sebagai informasi, PIK 2 yang dikembangkan oleh Agung Sedayu Group dan Salim Group telah ditetapkan sebagai PSN sejak 2024.
Baca Juga: PIK 2 Diminta Masuk Ke Wilayah Kepulauan Seribu, Ini Respons Pemkot Jakarta Utara
Namun, penetapan ini menuai kritik karena dinilai sarat kepentingan swasta dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat hingga lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







