Dharma Pongrekun: Kebijakan Ekonomi Harus Utamakan Produsen Lokal, Bukan Impor

AKURAT.CO Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun, menyoroti bahwa ketergantungan impor dan tingginya pajak bagi perusahaan lokal, menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pertumbuhan ekonomi.
"Kebijakan ekonomi saat ini cenderung menguntungkan produk impor dan mempersulit produsen lokal," kata Dharma Pongrekun di kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2024).
Menurutnya, lapangan kerja yang sulit didapat memiliki andil pada peningkatan pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Itu disebabkan karena kebijakan ekonomi yang terlalu berpihak pada impor.
Baca Juga: Strategi Dharma Pongrekun Tangani Banjir Jakarta, Normalisasi Sungai hingga Kolam Pipi Monyet
Untuk itu, dia berjanji akan lebih berpihak kepada pelaku usaha lokal jika nanti terpilih memimpin Jakarta. Dia menilai, pemerintah perlu lebih serius dalam mengembangkan kebijakan yang pro terhadap ekonomi lokal agar dampak jangka panjangnya positif bagi masyarakat.
"Kalau si pemimpin paham bagaimana menyelesaikan persoalan, seharusnya tidak perlu ada BLT. Kebijakan yang diambil seharusnya bisa mendukung perekonomian lokal, bukan sebaliknya," jelasnya.
Dia juga berharap, masyarakat dapat bersikap lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah dan tidak sekadar mengandalkan bantuan tunai langsung (BLT) tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Dia menilai, bahwa ketergantungan pada bantuan tersebut justru melemahkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu, Dharma bertekad untuk memperjuangkan kedaulatan ekonomi, sehingga Indonesia dapat membangun perekonomian yang mandiri dan bebas dari ketergantungan terhadap bantuan langsung.
"Kami ingin ke depan, Indonesia bisa bangkit dengan kemandirian ekonomi, tanpa ketergantungan pada BLT," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








