AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Indonesia tahun ini diprediksi akan lebih ringan dibandingkan dengan tahun 2023.
Deputi Klimatologi Badan Cuaca BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan musim kemarau tahun lalu merupakan yang terparah sejak 2019 karena fenomena cuaca El Nino yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Sehingga menyebabkan kekeringan yang merugikan tanaman dan memperburuk kebakaran hutan.
Baca Juga: Kemarau di Musim Penghujan, Waspada Potensi Pancaroba di Indonesia
"Musim kemarau tahun ini tidak sekering tahun lalu. Selain itu, kebakaran hutan juga tidak akan separah tahun lalu. Namun kita tetap perlu mengantisipasi risiko kebakaran hutan terutama di provinsi yang memiliki lahan gambut," kata Ardhasena, dikutip dari Reuters, Sabtu (16/3/2024).
Luas area hutan yang terbakar tahun lalu mencapai 1,16 juta hektar, yang merupakan angka tertinggi sejak 2019 dan lebih dari lima kali lipat dari luas area yang terbakar pada tahun 2022, menurut data yang tersedia di situs web kementerian lingkungan hidup.
Menurutnya, kebakaran hutan di tahun ini tidak separah tahun lalu. Namun, risiko kebakaran hutan masih perlu diantisipasi terutama di provinsi-provinsi yang memiliki lahan gambut seperti Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Tengah.
Proses kemarau diperkirakan akan dimulai lebih lambat dari biasanya, yaitu pada bulan Mei dan Juni untuk pulau Jawa serta sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi, mencapai puncaknya pada bulan Juli-Agustus.
Baca Juga: Kondisi Sungai Amazon Semakin Parah Akibat Kemarau Berkepanjangan
Setelah bulan September, cuaca diprediksi akan mulai dipengaruhi oleh pola cuaca La Nina yang lemah, yang umumnya membawa curah hujan lebih banyak ke wilayah kepulauan.
Meskipun demikian, dampak dari pola El Nino tahun lalu masih terasa hingga tahun ini, dengan penundaan penanaman yang menyebabkan hasil panen padi awal tahun ini menurun, meskipun diharapkan produksi pangan akan pulih di kemudian hari.
Sementara itu, beberapa wilayah di Sumatera dan Jawa saat ini dilanda banjir karena hujan deras, menyebabkan korban jiwa dan ribuan orang terlantar akibat banjir dan longsor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







