Hasto: Karhutla Berulang Karena Tata Ruang Salah dan Supremasi Hukum Lemah

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menilai kebakaran hutan dan lahan yang berulang setiap tahun berakar pada dua hal, yakni kesalahan kebijakan tata ruang dan lemahnya penegakan hukum. Menurutnya, keduanya harus dibenahi bersamaan.
"Kembali pada kebakaran hutan, pertama kesalahan kebijakan akibat tata ruang. Maka mengapa Ibu Mega ketika menjadi Presiden, beliau tidak mengeluarkan izin untuk tanaman sawit apalagi dari hutan-hutan. Hutan-hutan harus dilindungi, terus ada moratorium hutan," kata Hasto saat menjawab pertanyaan peserta webinar di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, Malang Selatan, Sabtu (17/10/2026).
"Yang kedua, supremasi hukum harus dibangun. Jadi mereka yang membuka lahan dengan membakar itu harus dikenakan suatu sanksi yang tegas. Apalagi setelah dibakar kemudian dikonversikan ke sawit," ujarnya.
Baca Juga: BMKG Deteksi 478 Titik Panas Karhutla, Sumsel Paling Banyak
Dia menyebut, komoditas sawit menutup ruang bagi tanaman lain. Bahkan Megawati menyebut tanaman sawit adalah tanaman yang sombong karena dia tidak mau tanaman yang lain hidup di sekitarnya.
Menurutnya, persoalan karhutla juga berdampak pada posisi Indonesia di hadapan negara tetangga. Dia mengaku sebelumnya sudah menyampaikan hal itu kepada awak media.
"Kemarin ketika saya ditanya oleh pers bagaimana tanggapan tentang kebakaran hutan? Saya mengatakan betapa menderitanya itu rakyat Indonesia di Kalimantan, mereka adalah kita. Betapa menderitanya di Sumatera. Tetapi betapa menurunnya marwah bangsa ini ketika asap itu kemudian sampai ke Singapura, Malaysia, Brunei, dan mereka mengatakan Indonesia negara besar masa Anda tidak mampu menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan kemudian kami harus ikut menanggung akibatnya," katanya.
"Ini kan menurunkan marwah kita sebagai bangsa. Apa persoalan itu? Yang pertama adalah tata ruang. Jadi salah kebijakan," ujar Hasto.
Baca Juga: WALHI Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla
Dia juga menyoroti lemahnya kesiapan menghadapi musim kering. Banyak pakar yang sudah mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi El Nino ekstrem yang berimplikasi pada lahan-lahan gambut, sehingga berpotensi untuk menciptakan suatu titik-titik api sebagai penyebab juga kebakaran di beberapa wilayah.
Meski demikian, PDI Perjuangan melihat langkah-langkah antisipasi, koordinasi, dan mitigasi yang dilakukan pemerintah masih sangat kurang. Menurutnya, persoalan ini bukan peristiwa tunggal.
"Ini bukan peristiwa sekali, ini suatu kejadian yang berulang yang menunjukkan tidak tumbuhnya kapasitas mitigasi kita dalam melakukan hal itu," kata Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








