PDIP Bakal Pecat Bupati Klaten yang Kena OTT KPK

AKURAT.CO PDIP akan memecat Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi. Surat rekomendasi pemecatan dengan tidak hormat terhadap yang bersangkutan dijadwalkan terbit pada Senin mendatang.
Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, mengatakan PDIP menyesalkan tindakan kepala daerah tersebut karena partai telah berulang kali mengingatkan kadernya, baik yang bertugas di eksekutif maupun legislatif, agar tidak menyalahgunakan jabatan untuk melakukan korupsi.
"Kami menyesalkan atas tindakan Bupati Klaten yang sebenarnya beberapa waktu lalu kami rutin mengingatkan para kader partai, baik di eksekutif maupun legislatif, bekerja untuk rakyat. Jangan sekali-kali menggunakan kesempatan untuk korupsi," kata Komarudin dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga: Bupati Klaten Diduga Pakai Uang Korupsi untuk Bayar Utang Pilkada 2024
Peringatan kepada para kepala daerah dari PDIP juga kembali disampaikan dalam pertemuan di DPP pada 14 September lalu. Bupati Klaten termasuk salah satu kepala daerah yang dipanggil dalam kesempatan tersebut.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga berulang kali mengingatkan seluruh kader agar menjauhi praktik korupsi. Para kader yang menduduki jabatan publik diminta menjalankan amanah untuk melayani masyarakat, bukan memanfaatkan kekuasaan demi memperkaya diri sendiri.
"Ibu ketua umum juga selalu mengingatkan kader-kader, baik di eksekutif maupun legislatif untuk menjauhkan diri dari korupsi. Karena mereka bertugas di situ untuk melayani rakyat, bukan mengumpulkan kekayaan dari hasil korupsi. Berkeringat untuk mendirikan usaha boleh, tetapi jangan dari hasil korupsi," ujarnya.
Meski telah mendapat peringatan, Komarudin menyayangkan Bupati Klaten tetap terseret kasus dugaan korupsi. Atas kejadian tersebut, PDIP memastikan proses pemecatan terhadap kader yang bersangkutan tengah disiapkan.
Baca Juga: Bupati Klaten Tiba di KPK, Drum Biru Diduga untuk Menyimpan Uang Rp1,9 Miliar Turut Dibawa Penyidik
"Untuk itu, kami lagi proses pemecatan. Hari Senin besok, kami pecat. Hari Senin kami akan keluarkan surat rekomendasi pemecatan dengan tidak hormat ke yang bersangkutan," kata Komarudin.
Keputusan tersebut diambil karena partai telah memberikan peringatan, tetapi tindakan yang dinilai tidak terpuji itu tetap terjadi dan berpotensi merugikan masyarakat.
Komarudin sekaligus memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah dan kader PDIP yang bertugas di lembaga legislatif, agar berhati-hati dalam menjalankan jabatan. Dia memastikan partai tidak akan memberikan toleransi apabila kader terbukti melakukan tindakan korupsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








