AKURAT.CO Pemerintah Indonesia memastikan diri siap menyikapi kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump jilid dua.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa Indonesia tidak tinggal diam, tapi justru memperkuat tiga strategi utama yaitu, diplomasi perdagangan, solidaritas kawasan ASEAN, dan percepatan diversifikasi pasar ekspor.
Hal itu disampaikan Wamendag Roro saat menyampaikan pidato kunci dalam forum publik bertajuk Regional Response to Trump 2.0 yang digelar oleh CSIS Indonesia di Jakarta.
“Menanggapi kebijakan tarif tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan kabinetnya untuk bergerak maju dengan beberapa strategi. Strategi tersebut meliputi diplomasi, solidaritas regional, dan diversifikasi jangka panjang” ujar Roro dalam keterangan di Jakarta, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga: Mendag Gencarkan Program UMKM Bisa Ekspor
Trump kembali memunculkan kebijakan tarif resiprokal yang kali ini menyasar negara-negara dengan hambatan perdagangan tinggi terhadap AS, termasuk Indonesia. Awalnya, barang Indonesia dikenakan tarif hingga 32%.
Namun, saat ini tarif tersebut diturunkan sementara menjadi 10% selama masa penangguhan 90 hari yang diberikan untuk negosiasi.
Menurut Wamendag Roro, ini justru menjadi peluang strategis. Indonesia akan menggunakan pendekatan diplomatik baik di tingkat federal maupun negara bagian di AS.
Komunikasi dengan pelaku bisnis AS yang bergantung pada bahan baku dari Indonesia juga akan diperkuat. Beberapa sektor utama yang jadi fokus antara lain tekstil, alas kaki, elektronik, otomotif, serta kelapa sawit dan turunannya.
Selain itu, Indonesia juga mendorong soliditas kawasan ASEAN.
“ASEAN harus bertindak sebagai satu kesatuan agar pengaruhnya tetap kuat secara global,” tutur Roro.
Indonesia bahkan sudah mengusulkan dialog regional ASEAN-AS dan menyusun strategi komunikasi bersama lewat RCEP dan CPTPP.
Baca Juga: Kemendag Gandeng Kemenparekraf Dorong UMKM Ekraf Go Global
Dalam Retret Menteri Ekonomi ASEAN di Malaysia pada akhir Februari lalu, Indonesia juga mendorong penyusunan non-paper yang menekankan pentingnya sentralitas ASEAN di tengah tensi global. Isu ini kembali digaungkan dalam forum ASEAN pada Kamis (10/4) secara virtual.
Berdasarkan data Kemendag, ASEAN merupakan pasar ekspor terbesar kelima bagi produk pertanian AS, dengan nilai perdagangan mencapai USD 306 miliar pada 2024. Dari jumlah itu, Indonesia berhasil mencatatkan surplus sebesar USD 14,34 miliar.
Langkah berikutnya adalah mempercepat penyelesaian lima perjanjian dagang strategis, seperti Indonesia-Canada CEPA, Indonesia-Peru CEPA, dan Indonesia-EU CEPA. Juga termasuk PTA dengan Iran dan amandemen IJ-EPA dengan Jepang. Tujuannya jelas: memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Tak kalah penting, Indonesia juga berencana menghidupkan kembali forum kerja sama bilateral Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang terakhir aktif pada 2018. Lewat TIFA, Indonesia berharap isu perdagangan dan investasi bisa dibahas lebih sistematis dengan AS.
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang juga menjadi pembicara menekankan pentingnya momentum ini untuk memperkuat perdagangan intra-ASEAN. Sementara para panelis seperti Prof. Danny Quah dan Donna Priadi menyuarakan dukungan terhadap pendekatan diplomatik Indonesia.
Senada dengan Roro, mereka sepakat bahwa persatuan ASEAN adalah kunci. Bukan hanya untuk menghadapi Trump 2.0, tetapi juga untuk membangun ekonomi kawasan yang tangguh dan berdaya saing global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon










