Tarif Trump untuk Indonesia, APPI Desak Pemerintah Jangan Sampai Longgarkan TKDN

AKURAT.CO Tensi dagang yang kian memanas antara Amerika Serikat dan sejumlah negara, termasuk Indonesia, membuat Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI) mendesak pemerintah agar kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) harus tetap dipertahankan.
Menurut Ketua Umum APPI, Yohanes P. Widjaja, ada beberapa pihak yang mencoba alihin isu dari dampak perang tarif ke pelonggaran kebijakan dalam negeri, kayak TKDN dan NTM (Non-Tariff Measure).
“Kalau TKDN dilonggarin, itu bisa ngurangin investasi dan bikin lapangan kerja lenyap. Padahal sekarang aja kita masih berjuang naikin angka serapan tenaga kerja lokal,” ucap Yohanes melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Kebijakan TKDN yang selama ini diterapkan dalam proyek-proyek pemerintah, lanjutnya, memberika multiplier effect signifikan, bukan hanya industri manufaktur dalam negeri yang bertumbuh, akan tetapi juga memberika sinyal positif bagi para investor.
"Banyak perusahaan yang akhirnya berani buka usaha di Indonesia karena tahu ada permintaan yang pasti dari proyek-proyek APBN," paparnya.
Yohanes menekankan, jangan sampai karena tekanan dari luar, membuat Indonesia goyah dan kasih kelonggaran.
“Yang kita butuhin sekarang justru proteksi yang konsisten dari pemerintah,” ujarnya.
Oleh karena itu dirinya meminta agar pemerintah mulai melakukan perbaikan regulasi untuk mengendalikan perdagangan sektor swasta yang bisa berdampak besar ke kelangsungan industri lokal, terutama di bidang kelistrikan.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Perkuat UMKM Usai AS Naikkan Tarif Impor Indonesia
"Perang tarif mungkin nggak bisa kita hindari, tapi cara kita merespons itu yang menentukan masa depan industri nasional. TKDN jangan sampai diiganggu-gugat. Nah, sekarang tinggal nunggu, apakah pemerintah siap menjaga atau malah kompromi," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan








