Soroti Potensi Kebocoran PAD, DPRD Jakarta Dorong Sistem Parkir Non Tunai

AKURAT.CO Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD Provinsi Jakarta mendorong penerapan sistem pembayaran digital pada parkir off street guna memperkuat transparansi transaksi dan menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD Jakarta, Jupiter, menegaskan seluruh operator parkir wajib menerapkan sistem pembayaran nontunai atau cashless dalam pengelolaan parkir.
“Digitalisasi wajib dilakukan. Semua operator wajib menggunakan sistem pembayaran cashless,” kata Jupiter, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, sektor parkir off street memiliki potensi besar dalam meningkatkan PAD karena banyak gedung di Jakarta memiliki area parkir yang dikelola operator swasta maupun pihak ketiga.
Karena itu, Pansus menilai pengawasan pendapatan parkir tidak bisa lagi mengandalkan pencatatan manual yang rawan manipulasi dan kebocoran penerimaan daerah.
Baca Juga: DPR Tegaskan UU Pesantren Tidak Bertentangan dengan UUD 1945
“Kami ingin PAD dari parkir off street tidak lagi bocor,” tegasnya.
Selain mendorong pembayaran nontunai, Pansus juga menyoroti pentingnya penerapan sistem Electronic Transaction Parking Tax (E-TRAPT) secara real time oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Jupiter mengungkapkan, Pansus telah merekomendasikan pemasangan sistem E-TRAPT sejak 12 November 2025 agar seluruh aktivitas kendaraan yang masuk dan keluar area parkir dapat tercatat secara akurat dan transparan.
Ia menilai integrasi data parkir menjadi langkah penting untuk memastikan perhitungan kewajiban pajak operator parkir kepada pemerintah daerah berjalan tepat dan akuntabel.
“Kami sudah merekomendasikan agar E-TRAPT segera dipasang sehingga seluruh kendaraan masuk dan keluar dapat terdata secara real time,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








