Akurat Logo

Keterbukaan Informasi Jadi Kunci Pemerintah Tarik Investasi ke Daerah

Esha Tri Wahyuni | 22 September 2026, 09:02 WIB
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci Pemerintah Tarik Investasi ke Daerah
Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto

AKURAT.CO Pemerintah mendorong keterbukaan informasi publik tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga sebagai salah satu faktor yang menentukan kualitas investasi.

Informasi yang akurat, konsisten, dan mudah diakses dinilai dapat membantu investor memahami potensi daerah sekaligus mengurangi ketidakpastian dalam mengambil keputusan bisnis.

Dorongan tersebut muncul di tengah realisasi investasi Indonesia yang terus tumbuh. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: BKPM Buka Suara soal Ekspor Mineral Tertahan, Dorong Pengolahan LTJ di Dalam Negeri

Nilai tersebut setara 49,5% dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, keterbukaan informasi menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian global dan perkembangan teknologi.

“Tema ini sangat relevan terutama dengan ketidakpastian global dan disrupsi teknologi. Keterbukaan informasi itu menjadi kunci dalam mengurangi ketidakpastian itu sendiri dan memperkuat investor confidence,” tutur Haryo dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).

Menurut Haryo, kebutuhan informasi investor saat ini tidak berhenti pada informasi mengenai perizinan. Investor juga membutuhkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dan potensi suatu daerah sebelum menentukan lokasi maupun sektor investasi.

Informasi tersebut mencakup profil dan potensi ekonomi daerah, tata ruang, infrastruktur, energi dan utilitas, insentif, komoditas unggulan, rantai pasok lokal, hingga keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri pendukung.

Investasi menjadi motor penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pada akhirnya, seluruh investasi akan bermuara di daerah dan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem di daerah.

"Karena itu, daerah perlu memastikan informasi investasi tersedia secara jelas, konsisten, dan mudah diakses, guna mengurangi informasi asymmetry, memperkuat business certainty, serta meningkatkan kepercayaan investor dalam mengambil keputusan investasi," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.