BI: Belanja Pemerintah Jadi Penopang Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menilai konsumsi pemerintah menjadi salah satu faktor utama yang menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik dan ketatnya kebijakan moneter internasional.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, perkembangan ekonomi domestik pada triwulan II 2026 masih menunjukkan ketahanan yang baik karena didukung permintaan domestik.
Menurut Perry, konsumsi pemerintah meningkat seiring percepatan realisasi berbagai program prioritas nasional.
"Konsumsi pemerintah tumbuh tinggi, ditopang berlanjutnya realisasi program-program prioritas serta percepatan belanja pemerintah, terutama pemberian gaji ke-13 bagi ASN dan penyaluran bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat(KPM)," ujarnya saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) di Jakarta, Rabu(22/7/2026).
Baca Juga: Rupiah Menguat 0,76 Persen DIbanding Posisi Mei 2026, Perry: Didukung Respons Stabilisasi BI
Selain belanja pemerintah, konsumsi rumah tangga juga tetap terjaga.
BI mencatat sejumlah stimulus seperti bantuan pangan, diskon tarif transportasi, program makan bergizi, hingga pelatihan vokasi nasional turut menopang daya beli masyarakat.
Dari sisi investasi, pertumbuhan terutama berasal dari investasi bangunan yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Namun BI menilai investasi swasta masih perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi lebih berkualitas.
Sementara itu, tekanan eksternal diperkirakan masih berlanjut setelah konflik AS-Iran kembali memicu kenaikan harga energi, penguatan dolar Amerika Serikat, serta arus modal yang beralih ke aset-aset safe haven.
Baca Juga: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen di Tengah Ekspektasi Kenaikan
Dalam kondisi tersebut, BI menilai koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi semakin penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 tetap baik, berada dalam kisaran 4,9 persen sampai dengan 5,7 persen," kata Perry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit










