Akurat Logo

Riyadh Keluarkan Peringatan Ancaman Udara, Ledakan Terdengar di Ibu Kota Saudi

Fitra Iskandar | 20 September 2026, 05:16 WIB
Riyadh Keluarkan Peringatan Ancaman Udara, Ledakan Terdengar di Ibu Kota Saudi
Ilustrasi bendera Arab Saudi - MA

AKURAT.CO Arab Saudi mengeluarkan serangkaian peringatan darurat terkait “ancaman udara bermusuhan” pada malam hari. Peringatan tersebut mencakup Riyadh, dan menjadi yang pertama di ibu kota Saudi sejak eskalasi terbaru konflik dengan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Sedikitnya satu ledakan terdengar di Riyadh setelah peringatan tersebut dikeluarkan. Warga di sekitar bandara Riyadh juga melaporkan melihat kepulan asap. Namun, sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden tersebut.

Otoritas Arab Saudi belum memberikan penjelasan mengenai penyebab peringatan atau ledakan itu. Pemerintah juga tidak menyebut objek yang memicu peringatan ancaman udara. Sebelumnya, Saudi beberapa kali melaporkan berhasil mencegat rudal dan drone yang diluncurkan oleh Houthi dari wilayah Yaman.

Perkembangan di Riyadh terjadi ketika ketegangan regional terus meningkat. Di tengah situasi tersebut, seorang pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa Teheran telah menyampaikan sejumlah persyaratan kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri perang melalui Qatar.

Iran Tunggu Respons Donald Trump

Mohsen Rezaei, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Teheran kini menunggu tanggapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah menyampaikan persyaratan tersebut melalui Qatar.

Belum diketahui kapan tepatnya Iran menyampaikan persyaratan itu kepada Washington. Namun, Rezaei menyebut beberapa poin yang menjadi tuntutan Teheran, termasuk penghentian perang di seluruh front, pengembalian aset Iran yang disita, serta penghentian blokade laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran juga menginginkan penghentian pertempuran yang melibatkan Yaman dan Arab Saudi. Pernyataan tersebut muncul setelah upaya negosiasi sebelumnya antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kegagalan.

Jalur Qatar kembali menjadi penting dalam situasi tersebut karena Doha selama ini memiliki peran sebagai penghubung dalam sejumlah upaya diplomatik di Timur Tengah.

Konflik Timur Tengah Terjadi di Sejumlah Front

Sementara itu, kekerasan terus terjadi di sejumlah wilayah lain di Timur Tengah. Di Gaza, serangan Israel dilaporkan menewaskan tiga pria. Israel juga menyatakan telah menyerang sejumlah target Hizbullah di Lebanon selatan.

Di Iran, pemerintah mengumumkan eksekusi terhadap seorang pria yang dituduh melakukan aksi mata-mata untuk Israel. Di Teheran, penyelenggara sebuah perlombaan juga menghadapi dakwaan setelah sejumlah perempuan mengikuti lomba tanpa mengenakan penutup kepala.

Di Suriah, pemakaman digelar untuk 11 tentara yang tewas dalam sebuah ledakan. Sementara di Gaza, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut lebih dari 280.000 anak kini mengikuti kegiatan belajar di tenda-tenda dan ruang kelas yang mengalami kerusakan parah.

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan eskalasi yang berlangsung secara bersamaan di beberapa titik Timur Tengah, mulai dari ketegangan Arab Saudi-Houthi, konflik Israel dan kelompok bersenjata di kawasan, hingga upaya diplomatik Iran dan Amerika Serikat untuk mencari jalan keluar dari perang.

Sumber: Indiatoday

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.