Rupiah Ambruk 105 Poin ke Rp17.286, Airlangga: Kita Monitor Saja

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menembus level Rp17.286 per USD pada perdagangan Kamis (23/4/2026), melemah 105 poin atau 0,61% dari posisi sebelumnya Rp17.181 per USD.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika eksternal dibanding faktor domestik.
“Ya, kan, itu lihat gejolak, gejolak global juga (jadi pengaruh utama). Jadi, ya, kita monitor saja,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Pemerintah, lanjutnya, belum mengambil langkah reaktif dan memilih memantau perkembangan pasar, mengingat asumsi nilai tukar dalam APBN 2026 dipatok di level Rp16.500 per USD.
“Kita monitor saja, karena ini kan gak bisa kita setiap hari reaktif. Kita monitor saja, dan itu BI (Bank Indonesia) tugasnya menjaga,” ujarnya.
Dari sisi pasar, Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa menyebut tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di Timur Tengah.
“Konflik di Timur Tengah khususnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven,” jelasnya.
Secara historis, pelemahan rupiah kerap terjadi saat terjadi eskalasi geopolitik global.
Dalam beberapa episode sebelumnya seperti krisis energi global 2022 dan kenaikan agresif suku bunga The Fed dimana rupiah juga mengalami tekanan akibat arus modal keluar (capital outflow) dan penguatan dolar AS.
Saat ini, tekanan datang dari kombinasi tiga faktor utama yakni konflik geopolitik AS-Iran yang mendorong harga energi naik, penguatan dolar AS sebagai safe haven dan kebijakan suku bunga tinggi global yang belum sepenuhnya melonggar.
Di sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar.
BI juga memperkuat intervensi pasar melalui kebijakan likuiditas valas, termasuk kenaikan batas transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan peningkatan limit swap valas dari USD5 juta menjadi USD10 juta.
Langkah ini ditujukan untuk meredam volatilitas di pasar spot dan memperkuat stabilisasi rupiah.
Sementara itu, pelemahan rupiah memiliki implikasi langsung terhadap berbagai sektor. Pertama, tekanan Inflasi Impor. Kenaikan nilai dolar berpotensi meningkatkan harga barang impor, terutama energi dan bahan baku industri.
Kedua, beban dunia usaha. Perusahaan dengan utang dalam dolar AS akan menghadapi peningkatan beban pembayaran. Ketiga, sentimen pasar keuangan dimana investor cenderung bersikap hati-hati (risk-off), yang dapat memicu tekanan lanjutan pada pasar saham dan obligasi domestik.
Ke empat, APBN berisiko tertekan. Dengan asumsi kurs RAPBN 2026 di Rp16.500 per USD, pelemahan saat ini membuka potensi deviasi fiskal jika berlanjut.
Ke depan, arah rupiah akan sangat ditentukan oleh perkembangan global, terutama dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
“Ke depan, arah rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, arah kebijakan Federal Reserve, serta efektivitas bauran kebijakan domestik dalam menjaga stabilitas pasar keuangan,” ujar Amru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR










