Kebijakan Pengendalian Kapasitas Dorong Laba Industri China Melonjak

AKURAT.CO Laba industri China melonjak tajam pada Agustus 2025, mengakhiri tren penurunan yang berlangsung selama empat bulan terakhir.
Data terbaru dari Biro Statistik Nasional (NBS) dikutip dari laman reuters menunjukkan laba industri naik 20,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menandai keberhasilan awal dari kebijakan pemerintah yang difokuskan pada pengendalian kelebihan kapasitas dan persaingan berlebihan di sektor manufaktur.
Baca Juga: Saham Antam Melonjak 270 Poin Usai Catatkan Laba Semester I-2025
Selama beberapa tahun terakhir, industri China bergulat dengan masalah kelebihan pasokan, terutama di sektor baja, semen, dan petrokimia.
Kondisi ini menyebabkan tekanan deflasi dan penurunan profitabilitas. Namun, langkah pemerintah seperti pembatasan ekspansi produksi baru, konsolidasi perusahaan milik negara, dan dorongan efisiensi mulai menunjukkan hasil.
Tekanan deflasi di sektor manufaktur juga tercatat mereda untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir. Ini menjadi sinyal bahwa kebijakan stabilisasi industri berjalan efektif.
“Kenaikan laba ini menunjukkan dampak nyata dari strategi pemerintah dalam menyeimbangkan kembali kapasitas produksi,” ujar analis ekonomi dari Beijing Institute of Policy Studies, David Wei.
Meski begitu, tantangan masih membayangi. Pertumbuhan output industri yang tetap melambat menjadi faktor yang berpotensi menahan laju perbaikan kinerja perusahaan.
Baca Juga: Gandeng China, Indonesia Siap Perluas Pasar Ekspor Industri Halal
Lemahnya permintaan domestik serta ketidakpastian terkait tarif Amerika Serikat juga menjadi risiko yang perlu diantisipasi.
Secara kumulatif, laba industri China dalam delapan bulan pertama 2025 tumbuh 0,9%, mengalahkan perkiraan lembaga ekonomi internasional yang memproyeksikan penurunan 1,6%.
Pencapaian ini menambah optimisme bahwa sektor industri China dapat kembali menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global yang meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









