Akurat

Ketidakpastian Global Meningkat, Bank Sentral Dunia Hadapi Dilema Baru

Demi Ermansyah | 5 Agustus 2025, 09:00 WIB
Ketidakpastian Global Meningkat, Bank Sentral Dunia Hadapi Dilema Baru

AKURAT.CO Ketidakpastian ekonomi global semakin mencuat seiring keputusan sejumlah bank sentral utama dunia dalam menyikapi kombinasi pelik antara inflasi yang membandel dan pertumbuhan yang melambat.

Di saat Bank of England (BOE) diperkirakan kembali memangkas suku bunga, Federal Reserve AS dan Bank Sentral Kanada justru menempuh jalur berbeda.

Mengutip dari laman bloomberg, kondisi ekonomi di Inggris saat ini memaksa BOE mempertimbangkan pemotongan suku bunga menjadi 4% pada pekan ini.

Hal ini dilakukan demi menopang pertumbuhan setelah data PDB menunjukkan kontraksi beruntun dan pasar tenaga kerja yang melemah akibat lonjakan pajak dan kenaikan upah minimum.

Di Amerika Serikat, The Fed memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan usai laporan ketenagakerjaan bulan Juli menunjukkan hasil di bawah ekspektasi.

Baca Juga: Bank Sentral Malaysia Ubah Arah, Ekonomi Global Jadi Alasan Utama

Meski inflasi AS mulai menurun, ekspektasi harga dan tekanan dari sektor jasa masih menjadi pertimbangan utama.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada aktivitas perdagangan. Data perdagangan barang dan jasa AS untuk bulan Juni diperkirakan menunjukkan penurunan nilai impor selama tiga bulan berturut-turut.

Hal ini terjadi setelah banyak perusahaan menimbun barang menjelang penerapan tarif baru oleh pemerintahan Trump.

“Celah dalam pasar tenaga kerja dan permintaan yang melemah semakin menguatkan sinyal bahwa perekonomian AS mulai kehilangan momentum,” ujar analis dari Institute for Supply Management, Michael Ben.

Sementara itu, di Kanada, lonjakan angka pengangguran pada Juni lalu memunculkan tanda-tanda kerapuhan pasar tenaga kerja. Pemerintah Kanada kini bersiap menghadapi tekanan perdagangan dari AS.

Baca Juga: Trump Desak Ganti Gubernur The Fed, Independensi Bank Sentral Dipertanyakan

Tarif baru yang diberlakukan Presiden Donald Trump mendorong Ottawa untuk kembali ke meja negosiasi demi mempertahankan arus ekspor dalam kerangka Perjanjian USMCA.

Menteri Kanada Dominic LeBlanc menyatakan bahwa Perdana Menteri Mark Carney akan segera membahas isu ini dengan Trump.

“Kami yakin ada jalan kompromi yang dapat ditempuh agar iklim investasi tetap stabil,” katanya dalam wawancara dengan Bloomberg.

Dengan ketegangan perdagangan yang kembali meningkat, serta perbedaan pendekatan kebijakan moneter di antara bank sentral besar dunia, ketidakpastian global diperkirakan akan terus membayangi perekonomian hingga akhir 2025.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.