Jepang Andalkan Investasi Strategis Tekan Tarif AS Jelang Pertemuan G-7

AKURAT.CO Jepang memanfaatkan investasi ekonominya yang signifikan di Amerika Serikat sebagai alat diplomasi untuk menekan Washington agar melonggarkan tarif perdagangan.
Hal ini mencuat dalam kunjungan Kepala Negosiator Perdagangan Jepang, Ryosei Akazawa, ke Washington, Jumat (23/5/2025) waktu setempat.
Dikutip dari laman reuters, pertemuan antara Akazawa dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer dilakukan menjelang KTT G-7 yang akan digelar bulan depan.
Akazawa menyatakan, pihaknya menargetkan penyelesaian pembicaraan tarif tepat waktu sebelum pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba.
Langkah diplomasi Jepang diperkuat dengan indikasi positif dari Presiden Trump terkait kemitraan strategis antara Nippon Steel Corp. dan United States Steel Corp. Kesepakatan yang diklaim akan menciptakan 70.000 lapangan kerja dan menambah nilai ekonomi hingga USD14 miliar itu disambut sebagai sinyal keterbukaan terhadap posisi Jepang.
Baca Juga: Moody’s Turunkan Peringkat Kredit AS, Ketahanan Ekonomi Amerika Dipertanyakan
“Investasi oleh Nippon Steel akan membantu ekonomi AS,” kata Akazawa, meski enggan menyebut apakah hal tersebut berkaitan langsung dengan strategi negosiasi tarif.
Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan Jepang sebagai pemegang investasi asing langsung terbesar di negara tersebut selama lima tahun terakhir hingga 2023.
Langkah tersebut dinilai sebagai kartu diplomasi Tokyo untuk memperoleh konsesi dari Washington.
Kendati demikian, Pemerintah Jepang tetap bersikukuh meminta AS mempertimbangkan kembali tarif 25% terhadap komoditas ekspor utama seperti baja, aluminium, dan kendaraan bermotor. Jika tak ada kesepakatan hingga Juli, tarif itu akan naik hingga 24%, membebani industri otomotif Jepang yang menyumbang sepertiga dari ekspor Jepang ke AS.
Baca Juga: Ekspor Furnitur ke Amerika Tembus Rp1,97 Miliar, Wamendag Dorong UMKM Kuasai Pasar Global
Dengan pemilihan majelis tinggi Jepang yang akan digelar musim panas ini, penguatan posisi diplomasi ekonomi menjadi penting.
Pencapaian kesepakatan bisa menjadi amunisi politik bagi Ishiba, namun memberi terlalu banyak ruang kepada AS, khususnya di sektor pertanian, berisiko menurunkan dukungan publik domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








