Sindir Investasi Mangkrak Rp708 T Warisan Tom Lembong, Bahlil: Ilmu Lapangan Tak Ada Sekolahnya di Harvard

AKURAT.CO Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/ Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyindir investasi mangkrak senilai Rp708 triliun saat Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong memimpin BPKM tahun 2016-2019 silam.
Menurut Bahlil, banyak kasus investasi mangkrak saat Tom mengepalai BKPM yang diwariskan kepadanya. Salah satunya pembangunan kompleks petrokimia atau Pabrik PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon.
Sedianya proyek ini akan dikonstruksi tahun 2016 lalu namun mangkrak hingga 4 tahun. Dan baru bisa dikonstruksi saat dirinya menjabat, tepatnya pada 2022 lalu. Pembangun pabrik Lotte Chemical saat ini sudah mencapai 80% dan ditargetkan beroperasi pada Maret 2025.
Baca Juga: Bahlil: Realisasi Investasi Kuartal II-2023 Tembus Rp349,8 T
Pembangunan pabrik yang menelan investasi Rp59,4 triliun ini bakal memproduksi 17 produk petrokimia di antaranya ethylene, polypropylene dan benzene yang akan memsubstitusi impor dengan komposisi 70% untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sisanya dieskpor.
"Ini mangkrak 4 tahun, 5 tahun. Pemimpin terdahulu enggak bisa menyelesaikan ini karena memang ilmu lapangan tidak ada sekolahnya di Harvard. Ini kan dalam bahasa saya seperti hantu yang bisa menyelesaikan masalah hantu ya hanya orang yang pernah jadi hantu atau berkawan dengan hantu," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/1/2024).
Menurut Bahlil, investasi mangkrak tersebut menunjukkan tidak mesti yang katanya pintar membuat pidato (untuk Presiden Jokowi) bisa mengeksekusi investasi. Ia menilai Tom yang tamatan Harvard, yang sekolahnya hebat, tak lebih baik dari dirinya.
Di tambahkan, proyek mangkrak lainnya saat Tom menjabat Kepala BKPM yakni investasi Masdar dan PLN yang mengembangkan PLTS terbesar di Asia Tenggara. Proyek ini sempat mangkrak selama 5 tahun dan telah beroperasi tahun 2023 lalu.
"Investasi yang juga sempat mangkrak itu ada pabrik semen di Kalimantan Timur itu juga Alhamdulillah sudah selesai," imbuhnya.
Saat ini, lanjut Bahlil, dari sekitar Rp708 triliun proyek mangkrak tersebut, sudah diselesaikan 78,9% setara Rp568,7 triliun di antaranya sejak dirinya menjabat pada Oktober 2019 lalu. Sementara sisanya sebesar Rp139,3 triliun tidak dapat diselesaikan lantaran terdapat masalah internal pada perusahaan saat pandemi, sehingga tak sedikit memilih mundur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









