Akurat Logo

Minyak Jelantah Jangan Dibuang Sembarangan, Ini Bahaya dan Cara Mengolahnya

Nurma Nafisa Faradilla | 6 November 2026, 18:20 WIB
Minyak Jelantah Jangan Dibuang Sembarangan, Ini Bahaya dan Cara Mengolahnya
Ilustrasi minyak jelantah. - Gemini Google

AKURAT.CO Minyak jelantah sering kali dianggap sebagai limbah dapur biasa yang bisa langsung dibuang setelah digunakan untuk menggoreng makanan.

Padahal, kebiasaan membuang minyak bekas ke wastafel, selokan, atau tanah dapat menimbulkan masalah lingkungan jika dilakukan terus-menerus.

Selain berpotensi menyumbat saluran air dan mencemari lingkungan, minyak jelantah sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila dikumpulkan dan dikelola dengan benar.

Baca Juga: Selain Minyak Goreng, Ini Daftar Produk yang Dihasilkan dari Kelapa Sawit

Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel maupun produk nonpangan melalui proses pengolahan yang sesuai.

Lantas, apakah membuang minyak jelantah bisa dikenai denda di Indonesia? Bagaimana cara membuang minyak jelantah yang benar agar tidak mencemari lingkungan?

Berikut penjelasan mengenai bahaya, aturan, dan cara mengelola minyak bekas memasak yang perlu diketahui masyarakat.

Apa Itu Minyak Jelantah?

Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas yang tersisa setelah digunakan untuk menggoreng makanan. Minyak ini dapat mengalami perubahan warna, bau, dan komposisi akibat pemanasan berulang serta tercampur dengan sisa makanan.

Minyak jelantah berbeda dengan minyak goreng baru karena kualitasnya telah mengalami penurunan selama proses memasak. Karena itu, minyak bekas sebaiknya tidak digunakan terus-menerus tanpa mempertimbangkan perubahan kualitasnya.

Setelah tidak digunakan lagi, minyak jelantah perlu dipisahkan dari sampah rumah tangga lainnya dan ditangani dengan tepat. Langkah ini membantu mengurangi risiko pencemaran sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mulai Turun, Negosiasi Iran dan Qatar Redakan Tekanan Pasar

Bahaya Membuang Minyak Jelantah Sembarangan

Membuang minyak jelantah secara langsung ke lingkungan dapat menimbulkan sejumlah masalah. Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan.

1. Menyumbat saluran air

Minyak yang mengalir ke pipa pembuangan dapat menempel pada bagian dalam saluran dan menangkap sisa kotoran. Jika terjadi berulang kali, penumpukan tersebut berpotensi menghambat aliran air dan menimbulkan masalah pada sistem drainase.

2. Mencemari air dan tanah

Minyak jelantah yang masuk ke selokan, sungai, atau tanah dapat mengganggu kualitas lingkungan. Lapisan minyak di permukaan air juga berpotensi menghambat pertukaran oksigen sehingga mengganggu kehidupan organisme perairan.

3. Menambah beban pengelolaan limbah

Minyak bekas yang tercampur dengan sampah lain akan lebih sulit dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali. Pemisahan sejak dari rumah membantu memudahkan proses pengangkutan dan pengolahan limbah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.