Transaksi Investasi Digital CIMB Niaga Naik 22 Persen, Reksa Dana hingga SBN Makin Mudah Diakses

AKURAT.CO Keinginan mengembangkan tabungan sering kali berhadapan dengan pertanyaan yang tidak sederhana: harus mulai dari mana, produk apa yang dipilih, dan seberapa besar risiko yang sanggup ditanggung? Kini, akses terhadap berbagai instrumen investasi semakin terintegrasi dengan layanan perbankan digital. Perkembangan ini turut terlihat dari meningkatnya transaksi investasi digital CIMB Niaga melalui platform OCTO.
Berdasarkan laporan kinerja konsolidasian unaudited CIMB Niaga untuk sembilan bulan pertama 2026, jumlah transaksi produk investasi melalui OCTO meningkat 22% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga September 2026. Sementara itu, nilai transaksinya tumbuh 19%. Produk yang tercakup dalam data tersebut meliputi reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN) ritel, dan obligasi pasar sekunder.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan kanal digital untuk mengakses layanan investasi. Namun, kemudahan bertransaksi tidak serta-merta membuat keputusan investasi menjadi lebih sederhana. Nasabah tetap perlu memahami karakteristik produk, potensi keuntungan, risiko, dan kesesuaiannya dengan tujuan keuangan masing-masing.
Baca Juga: Lebih dari 70 Persen Dana Tabungan dan Investasi Ritel Masih di Deposito, Apa Artinya?
Mengapa Transaksi Investasi Digital CIMB Niaga Meningkat?
CIMB Niaga terus mengembangkan OCTO sebagai platform perbankan digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial dalam satu layanan. Melalui aplikasi maupun situs web, nasabah dapat melakukan transaksi harian, membayar tagihan, menabung, hingga mengakses sejumlah produk investasi.
Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan ponsel untuk mengelola keuangan, integrasi tersebut dapat mengurangi kebutuhan berpindah-pindah layanan. Nasabah bisa mengakses layanan perbankan dan memantau portofolio investasi melalui ekosistem digital yang saling terhubung.
Data kinerja CIMB Niaga memperlihatkan bahwa pemanfaatan kanal digital tidak hanya terjadi pada produk investasi. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 90% transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital.
Sejumlah kategori transaksi pada aplikasi OCTO juga mencatat pertumbuhan tahunan yang positif. Transaksi QRIS meningkat 69%, transfer melalui BI-FAST tumbuh 38%, dan pembayaran tagihan naik 29%.
Meski demikian, angka-angka tersebut mengukur aktivitas transaksi, bukan secara langsung jumlah pengguna aktif atau tingkat keberhasilan finansial nasabah. Data pertumbuhan investasi sebesar 22% juga belum menunjukkan apakah kenaikan tersebut didorong oleh bertambahnya investor, meningkatnya frekuensi transaksi nasabah lama, atau kombinasi keduanya.
Hal yang dapat dipastikan adalah kanal digital semakin berperan dalam menyediakan akses terhadap beragam layanan keuangan. Adapun alasan spesifik di balik pertumbuhan transaksi investasi masih membutuhkan data tambahan, seperti jumlah investor aktif, distribusi transaksi, dan produk yang paling banyak digunakan.
Apa Saja Produk Investasi yang Bisa Diakses melalui OCTO?
Berdasarkan informasi yang disampaikan CIMB Niaga, produk investasi yang tercakup dalam data transaksi melalui OCTO meliputi reksa dana, SBN ritel, dan obligasi pasar sekunder. Ketiga instrumen ini memiliki karakteristik berbeda sehingga tidak bisa dipilih hanya berdasarkan kemudahan pembelian.
1. Reksa dana untuk investor dengan beragam kebutuhan
Reksa dana merupakan instrumen investasi yang menghimpun dana dari sejumlah investor untuk dikelola oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek atau aset sesuai kebijakan produk.
Jenis reksa dana memiliki karakteristik risiko dan potensi hasil yang berbeda. Reksa dana pasar uang, misalnya, umumnya berinvestasi pada instrumen pasar uang dan surat utang berjangka pendek. Sementara itu, reksa dana pendapatan tetap banyak berinvestasi pada efek bersifat utang, sedangkan reksa dana saham memiliki eksposur yang lebih besar terhadap pergerakan pasar saham.
Bagi investor pemula, hal yang perlu diperhatikan bukan sekadar nama produk atau kinerja historisnya. Tujuan investasi, jangka waktu, biaya, komposisi portofolio, dan tingkat risiko perlu dipahami sebelum membeli.
Nilai investasi reksa dana dapat naik maupun turun. Kinerja masa lalu juga tidak menjamin hasil yang sama pada masa mendatang.
2. SBN ritel untuk mengenal investasi surat utang negara
Surat Berharga Negara ritel merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah dan ditawarkan kepada investor individu melalui mekanisme yang ditetapkan untuk setiap seri.
Instrumen ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengenal investasi surat utang pemerintah. Namun, calon investor perlu memeriksa jenis SBN yang ditawarkan karena setiap seri bisa memiliki ketentuan berbeda, termasuk pembayaran kupon, jangka waktu, dan mekanisme pencairan.
Sebagian SBN ritel dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sedangkan seri lainnya memiliki ketentuan pencairan yang berbeda. Harga SBN yang dapat diperdagangkan juga bisa berubah mengikuti kondisi pasar.
Karena itu, investor sebaiknya tidak menganggap seluruh SBN ritel bisa dicairkan kapan saja tanpa konsekuensi. Ketentuan produk yang dibeli perlu dibaca sebelum transaksi dilakukan.
3. Obligasi pasar sekunder yang memiliki risiko perubahan harga
Obligasi merupakan surat utang yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran sesuai ketentuan penerbitan. Obligasi dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, dengan karakteristik risiko yang berbeda.
Pada pasar sekunder, investor membeli obligasi yang telah diterbitkan dari pihak yang menjualnya. Harga transaksi dapat berbeda dari nilai nominal obligasi karena dipengaruhi tingkat suku bunga, kondisi pasar, kualitas kredit penerbit, dan faktor lainnya.
Obligasi korporasi, misalnya, memiliki risiko kredit yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya. Sementara itu, perubahan suku bunga dapat memengaruhi harga obligasi yang diperdagangkan.
Investor perlu memeriksa penerbit, peringkat kredit jika tersedia, harga pembelian, kupon, jatuh tempo, likuiditas, serta biaya transaksi. Kupon yang terlihat menarik belum tentu berarti suatu obligasi cocok untuk semua kebutuhan keuangan.
Ketiga instrumen tersebut menunjukkan bahwa akses digital dapat mempertemukan nasabah dengan pilihan investasi yang beragam. Namun, kemudahan akses harus diikuti pemahaman terhadap karakteristik setiap produk.
Bagaimana Kerja Sama CIMB Niaga dan Ajaib Memperluas Akses Investasi?
Pada kuartal III 2026, CIMB Niaga menjalin kolaborasi dengan Ajaib untuk memudahkan nasabah membuka Rekening Dana Nasabah (RDN), mendaftar layanan investasi, dan memantau portofolio investasi melalui OCTO.
RDN merupakan rekening yang digunakan untuk keperluan penyelesaian transaksi efek sesuai mekanisme pasar modal. Rekening ini berbeda dari rekening tabungan biasa karena penggunaannya berkaitan dengan aktivitas investasi di pasar modal.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan upaya menghubungkan layanan perbankan dengan ekosistem investasi. Bagi nasabah, integrasi semacam ini berpotensi menyederhanakan sejumlah tahapan administratif dan memudahkan pemantauan aktivitas keuangan.
Meski demikian, membuka RDN tidak sama dengan langsung memiliki portofolio investasi. Nasabah tetap perlu menyelesaikan proses pendaftaran yang dipersyaratkan, memahami layanan yang digunakan, serta memilih produk sesuai kebutuhannya.
Ketersediaan akses melalui platform digital juga tidak berarti semua instrumen investasi dapat dibeli dengan prosedur, biaya, atau persyaratan yang sama. Ketentuan produk dan layanan tetap perlu diperiksa melalui informasi resmi yang berlaku.
Dari perspektif industri, kolaborasi perbankan dengan penyedia layanan investasi dapat memperluas jalur distribusi produk keuangan. Namun, besarnya dampak terhadap jumlah investor baru atau peningkatan literasi keuangan belum dapat disimpulkan hanya dari data pertumbuhan transaksi CIMB Niaga.
Apakah Investasi Digital Cocok untuk Pemula?
Investasi digital dapat membantu pemula mengakses informasi dan melakukan transaksi secara lebih praktis. Akan tetapi, kemudahan penggunaan aplikasi tidak otomatis membuat suatu instrumen menjadi aman atau sesuai dengan kebutuhan setiap orang.
Bagi calon investor, keputusan awal sebaiknya dimulai dari kondisi keuangan dan tujuan yang ingin dicapai. Orang yang sedang menyiapkan dana pendidikan dalam waktu dekat, misalnya, memiliki kebutuhan berbeda dari mereka yang berinvestasi untuk tujuan jangka panjang.
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum mulai berinvestasi:
Tujuan keuangan: Tentukan apakah investasi ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, atau panjang.
Dana darurat: Pastikan kebutuhan mendesak tidak sepenuhnya bergantung pada aset yang berisiko mengalami penurunan nilai atau sulit dicairkan.
Profil risiko: Pahami seberapa besar penurunan nilai yang sanggup ditanggung tanpa mengganggu kebutuhan hidup.
Likuiditas: Periksa kapan dan bagaimana dana dapat dicairkan, termasuk kemungkinan perubahan harga ketika menjual aset.
Biaya: Perhatikan biaya pembelian, penjualan, pengelolaan, atau biaya lain yang berlaku pada produk.
Legalitas dan informasi produk: Pastikan penyedia layanan serta produk yang dipilih memenuhi ketentuan yang berlaku dan informasi resminya dapat diverifikasi.
Langkah tersebut penting karena akses investasi yang cepat juga dapat membuat seseorang tergoda membeli produk tanpa melakukan pemeriksaan memadai.
Investor pemula, misalnya, mungkin tertarik pada produk yang sedang ramai dibicarakan karena melihat potensi imbal hasilnya. Namun, keputusan yang hanya didasarkan pada tren berisiko mengabaikan kebutuhan likuiditas, jangka waktu, dan kemungkinan kerugian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok








