Rupiah Tertekan Harga Minyak, Defisit APBN Diprediksi Melebar

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (27/10/2026).
Tekanan terhadap mata uang Garuda datang di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan, rupiah bergerak di kisaran Rp18.130 hingga Rp18.180 per USD pada perdagangan besok. Sementara itu, untuk perdagangan sepanjang pekan ini, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.250 per USD.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp18.069, BEI Siapkan Investigasi Saham
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp18.130-Rp18.180 per USD. Sedangkan dalam perdagangan minggu ini, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.900-Rp18.250 per USD," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (26/10/2026) malam.
Sedangkan pada perdagangan Senin (26/10/2026) lalu, Ibrahim mencatat rupiah ditutup melemah 55 poin ke level Rp18.135 per USD, dari penutupan sebelumnya di Rp18.080 per USD. Pergerakan tersebut mencerminkan tekanan yang masih membayangi nilai tukar domestik.
Dari sisi eksternal, Ibrahim menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Adanya serangan dari kelompok Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran terhadap Arab Saudi serta meningkatnya ketegangan di sekitar Laut Merah menambah ketidakpastian geopolitik.
"Perhatian pasar juga tertuju pada Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan perdagangan energi apabila menghambat jalur distribusi," ucapnya kembali.
Baca Juga: Rupiah Ditekan Arus Modal Asing, Pasar Cermati Reformasi Tata Kelola BEI
Di sisi lain, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan memberikan ruang bagi pasar untuk mencermati kemungkinan deeskalasi.
Namun, pernyataan Presiden AS, Donald Trump mengenai kemungkinan mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengakhiri konflik menambah ketidakpastian mengenai arah hubungan kedua negara.
Beban Subsidi Energi Berpotensi Tekan APBN
Dari sisi Internal, lanjut Ibrahim, naikan harga minyak tidak hanya berkaitan dengan biaya energi, tetapi juga ruang fiskal pemerintah. Kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), pelemahan rupiah, dan kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dapat menambah tekanan terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebab setiap kenaikan ICP sebesar USD1 per barel berpotensi memperlebar defisit anggaran Rp6,8 triliun. Sementara itu, kenaikan imbal hasil SBN sebesar 0,1 poin persentase berpotensi menambah defisit Rp1,9 triliun.
Depresiasi rupiah juga memiliki konsekuensi terhadap anggaran. Setiap pelemahan nilai tukar sebesar Rp100 per USD berpotensi memperlebar defisit sekitar Rp800 miliar, dengan asumsi faktor ekonomi lainnya tidak berubah.
"Realisasi asumsi ICP hingga akhir September 2026 disebut mencapai USD91,9 per barel, jauh di atas asumsi APBN sebesar USD70 per barel. Sementara itu, belanja subsidi dan kompensasi energi hingga 30 September 2026 tercatat mencapai Rp376,8 triliun, meningkat 54,1% secara tahunan atau year-on-year (yoy)," papar Ibrahim kembali.
Sehingga, lanjutnya, kondisi tersebut menunjukan pergerakan harga minyak dan nilai tukar memiliki keterkaitan dengan risiko fiskal. Sebab apabila rupiah terus melemah ketika harga minyak bertahan tinggi, biaya pengadaan energi dalam rupiah berpotensi meningkat dan menambah tekanan terhadap belanja negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian









