BMRI Guyur Dividen Rp6,16 Triliun, Analis: Jadi Magnet 'Income & Growth' yang Seimbang!

AKURAT.CO PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali mempertegas posisinya sebagai emiten perbankan kelas kakap yang loyal kepada pemegang saham.
Keputusan perseroan untuk membagikan dividen interim sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham menjadi sinyal kuat bahwa "mesin uang" Bank Mandiri sedang dalam kondisi prima.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan cerminan dari kapasitas profitabilitas dan permodalan yang sangat tangguh.
Baca Juga: Buyback BMRI Lebih Bersifat Psikologis untuk Jaga Kepercayaan Pasar
“Kebijakan ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap keberlanjutan kinerja fundamental perseroan ke depan,” ujar Nafan saat dihubungi Akurat.co, Selasa (8/9/2026).
Kinerja Fundamental: Pertumbuhan Double Digit
Dibalik guyuran dividen tersebut, Bank Mandiri menyimpan rapor merah yang "hijau royo-royo". Dari sisi intermediasi, BMRI mencatatkan pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kompak melonjak 17,6% secara Year-on-Year (YoY). Tak hanya itu, laba bersih perusahaan pun terbang 22,3% YoY.
Meski agresif dalam ekspansi, manajemen Bank Mandiri terbukti tetap disiplin menjaga risiko. Hal ini terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada di level 1%, sebuah angka yang sangat sehat untuk bank skala besar.
Keseimbangan 'Income' dan 'Growth'
Salah satu poin menarik yang disoroti Nafan adalah kemampuan BMRI menjaga Dividend Payout Ratio (DPR) tetap atraktif di tengah ambisi ekspansi kredit. Sepanjang kalender 2026, total dividen yang dibagikan diproyeksikan mencapai Rp50,63 triliun.
"Ini memperkuat daya tarik BMRI sebagai saham dengan karakteristik income dan growth yang relatif seimbang. Investor tidak hanya mendapatkan kenaikan harga saham (capital gain), tapi juga imbal hasil dividen (dividend yield) yang konsisten," tambah Nafan.
Prospek ke Depan: Masih Ada Ruang Terbang?
Nafan melihat prospek saham BMRI ke depan masih sangat positif. Ekspansi pada sektor-sektor produktif dan likuiditas yang terjaga menjadi katalis utama yang akan menjaga kepercayaan investor, baik institusi maupun ritel.
Meski demikian, Nafan mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap beberapa faktor eksternal. "Investor perlu tetap mencermati valuasi saham, tren suku bunga, kualitas aset, serta potensi perlambatan pertumbuhan kredit di masa mendatang," tukasnya.
Secara keseluruhan, dengan kombinasi fundamental yang solid, pertumbuhan laba yang kuat, dan konsistensi pembagian dividen, Bank Mandiri tetap menjadi pilihan utama di sektor perbankan bagi mereka yang mencari stabilitas dan pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Poin-Poin Utama untuk Investor
Dividen Interim: Rp66 per saham (Total Rp6,16 Triliun)
Pertumbuhan Kredit & DPK: +17,6% YoY
Pertumbuhan Laba: +22,3% YoY
Kualitas Aset: NPL Gross 1% (Sangat Sehat)
Rekomendasi: Positif (Fokus pada Income & Growth)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian









