Begini Petunjuk Al-Qur'an dalam Menghadapi Bencana Kabut Asap

AKURAT.CO Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar persoalan jarak pandang yang menurun. Ketika asap pekat menyelimuti permukiman, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Sekolah dapat diliburkan, perjalanan menjadi berisiko, sementara kualitas udara yang buruk dapat membuat masyarakat harus membatasi aktivitas di luar rumah.
Dalam kondisi seperti ini, Al-Qur'an memberikan sejumlah prinsip penting yang dapat menjadi pedoman umat Islam dalam menghadapi bencana sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan.
Al-Qur'an mengingatkan bahwa berbagai kerusakan di bumi memiliki kaitan dengan perilaku manusia. Kerusakan tersebut tidak hanya berbentuk konflik atau persoalan sosial, tetapi juga dapat berupa kerusakan lingkungan yang mengancam kehidupan manusia dan makhluk lainnya.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Ar-Rum: 41).
Ayat tersebut tidak semestinya dipahami secara sederhana bahwa setiap bencana merupakan hukuman langsung atas dosa tertentu. Pesannya dapat dibaca sebagai peringatan moral bahwa manusia memiliki tanggung jawab terhadap akibat dari tindakannya.
Baca Juga: Analisis Hukum Islam terhadap Tindakan Pembakaran Lahan Secara Sengaja untuk Kepentingan Komersial
Karena itu, ketika kebakaran hutan terjadi akibat kelalaian atau kesengajaan manusia, persoalannya tidak berhenti pada pemadaman api. Pencegahan dan perubahan perilaku juga menjadi bagian penting.
Dalam menghadapi kabut asap, umat Islam juga diajarkan untuk tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Prinsip ini menjadi semakin relevan ketika kualitas udara berada pada tingkat yang membahayakan.
Masyarakat perlu mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika diperlukan, menggunakan perlindungan yang sesuai, serta memastikan kelompok rentan memperoleh perhatian lebih.
Al-Qur'an juga mengajarkan agar manusia tidak melakukan tindakan yang berlebihan dan merusak keseimbangan kehidupan. Alam bukan sekadar ruang untuk dieksploitasi, tetapi merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki.” (QS. Al-A'raf: 56).
Pesan tersebut dapat menjadi dasar etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Membakar lahan secara sembarangan, mengabaikan potensi kebakaran, atau melakukan aktivitas yang memperbesar risiko kerusakan lingkungan bertentangan dengan semangat menjaga kemaslahatan.
Dalam situasi bencana, solidaritas sosial juga menjadi bagian penting. Warga yang terdampak kabut asap tidak seharusnya menghadapi persoalan sendirian. Masyarakat dapat membantu menyediakan kebutuhan dasar, memberikan informasi yang benar, membantu kelompok rentan, dan mendukung proses penanganan bencana.
Islam juga mengajarkan kesabaran ketika menghadapi musibah. Namun, sabar tidak berarti pasif. Kesabaran semestinya berjalan bersama ikhtiar, kewaspadaan, dan upaya memperbaiki keadaan.
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).
Baca Juga: Pesantren Didorong Jadi Benteng Pelestarian Naskah Islam Nusantara
Kabut asap pada akhirnya dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali hubungan manusia dengan alam. Bencana tidak cukup dijawab dengan doa setelah asap menyebar. Doa perlu berjalan bersama ikhtiar, pencegahan, penegakan aturan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Petunjuk Al-Qur'an dalam menghadapi bencana karena itu bukan hanya tentang bagaimana manusia bertahan ketika musibah terjadi, tetapi juga bagaimana mencegah kerusakan agar tidak semakin meluas.
Menjaga hutan, menghindari pembakaran yang berisiko, membantu korban, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan yang menjadi amanah manusia di bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian






