Efek Diskon Listrik 2025 Dorong Inflasi Februari 2026 ke 4,76 Persen

AKURAT.CO Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan lonjakan inflasi Februari 2026 menjadi 4,76% secara tahunan terutama dipicu efek basis rendah (low base effect) dari kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025.
Menurut Purbaya, jika faktor diskon tarif listrik sebesar 50% pada Januari–Februari 2025 tidak diperhitungkan, inflasi Februari 2026 diperkirakan hanya sekitar 2,59% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Ini terutama bersifat temporer akibat low base effect dari diskon listrik pada awal tahun 2025. Tanpa pengaruh diskon listrik, inflasi Februari diperkirakan hanya 2,59 persen,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu.
Baca Juga: Diskon Listrik 50% 2025 Jadi Faktor Lonjakan Inflasi di 2026
Kebijakan diskon listrik tersebut sebelumnya diberikan pemerintah kepada pelanggan rumah tangga guna menjaga daya beli masyarakat pada awal 2025.
Diketahui, hasil data inflasi Indonesia secara resmi dirilis oleh Badan Pusat Statistik. Dalam kerangka kebijakan makro, pemerintah dan Bank Indonesia menetapkan target inflasi nasional sebesar 2,5% ±1%.
Efek basis rendah kerap muncul dalam statistik inflasi ketika harga pada periode pembanding turun tajam akibat kebijakan tertentu, seperti subsidi atau diskon tarif.
Karena itu, kenaikan inflasi pada tahun berikutnya tidak selalu mencerminkan lonjakan harga aktual di masyarakat.
Purbaya menilai penting untuk memahami komposisi inflasi agar tidak muncul persepsi keliru terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Menurutnya, sebagian pengamat internasional cenderung melihat angka inflasi 4,76% secara langsung dan menilai ekonomi Indonesia mengalami 'overheating'.
Baca Juga: Efek Diskon Listrik, Inflasi Januari 2026 Melonjak 3,55 Persen
“Padahal tanpa faktor diskon listrik, inflasi sebenarnya masih berada di kisaran 2,59 persen,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








