OJK: Investor Domestik Dongkrak Transaksi Saham, Likuiditas Pasar Meningkat

AKURAT.CO Aktivitas pasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif sepanjang September 2025. Likuiditas transaksi saham meningkat signifikan, didorong oleh partisipasi kuat investor individu domestik yang terus tumbuh.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengatakan rerata nilai transaksi harian (RNTH) saham pada September 2025 sempat mencapai Rp24,02 triliun, mencatatkan rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
“Peningkatan aktivitas perdagangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas pasar keuangan nasional,” ujar Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: OJK Perkuat Sinergi, Jaga Ketahanan Sistem Keuangan Nasional
Pertumbuhan juga terjadi pada industri pengelolaan investasi. Hingga 30 September 2025, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp913,96 triliun, meningkat 3,16 persen secara bulanan (mtm) atau naik 9,15 persen sejak awal tahun (ytd). Kenaikan ini menunjukkan bahwa dana masyarakat semakin aktif dikelola dalam instrumen investasi yang produktif.
Sejalan dengan itu, minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus tumbuh. Pada September 2025, tercatat 643 ribu investor baru, sehingga secara kumulatif jumlah investor sepanjang tahun meningkat 3,79 juta menjadi 18,66 juta investor, atau naik 25,50 persen ytd.
“Pertumbuhan jumlah investor ritel ini menegaskan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal domestik,” kata Mahendra.
Dari sisi korporasi, kegiatan penghimpunan dana di pasar modal juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir September 2025, nilai penawaran umum (IPO dan obligasi) mencapai Rp186,52 triliun, naik Rp18,6 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.
Sepanjang tahun, 17 emiten baru telah melantai di bursa dengan total dana Rp13,15 triliun, sementara masih terdapat 20 calon emiten dalam pipeline dengan nilai indikatif sekitar Rp10,33 triliun.
Baca Juga: OJK Dorong Pembiayaan ke Sektor Prioritas Termasuk UMKM
Tak hanya di pasar modal konvensional, inovasi keuangan berbasis digital juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Melalui Securities Crowdfunding (SCF), sepanjang September 2025 terdapat 37 efek baru dengan dana terkumpul Rp64,61 miliar.
Hingga akhir kuartal III 2025, jumlah total penerbit efek SCF mencapai 547 perusahaan dengan dana yang berhasil dihimpun sejak awal regulasi mencapai Rp1,71 triliun. Adapun jumlah pemodal aktif SCF kini mencapai 187.212 orang.
Mahendra menegaskan, tren positif di pasar modal dan industri investasi ini menjadi bukti bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.
OJK, lanjutnya, akan terus memperkuat pengawasan dan kebijakan adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut.
“OJK akan memastikan industri pasar modal terus tumbuh sehat, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional,” kata Mahendra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot








