Ekonomi Singapura Tumbuh 1,4 Persen, Antisipasi Tarif AS Jadi Kunci

AKURAT.CO Ekonomi Singapura mencatat pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal kedua 2025, berkat strategi percepatan ekspor oleh pelaku usaha untuk mengantisipasi kebijakan tarif impor Amerika Serikat.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI), produk domestik bruto (PDB) Singapura naik 1,4% secara kuartalan (quarter-to-quarter), membalikkan kontraksi 0,5% pada kuartal sebelumnya.
Dikutip dari laman bloomberg, pertumbuhan tersebut jauh melampaui proyeksi pasar sebesar 0,8%. Sementara secara tahunan, PDB tumbuh 4,3%, melampaui ekspektasi hasil survei oleh Bloomberg yang memperkirakan pertumbuhan 3,6%.
Baca Juga: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Riau Bhayangkara Run 2025 Sukses Digelar
"Pembalikan arah dari kuartal sebelumnya didorong oleh efek percepatan di sektor manufaktur," ucap Kepala Riset OCBC Bank, Selena Ling. Meski begitu, dirinya menekankan bahwa tantangan belum selesai.
"Pertanyaannya adalah seberapa tajam perlambatan setelah 1 Agustus, saat tarif AS mulai berlaku," ujarnya.
Seperti yang diketahui, kebijakan percepatan (front-loading) menjadi strategi utama para eksportir untuk memanfaatkan sisa waktu sebelum tarif AS diberlakukan. Singapura hanya dikenakan tarif sebesar 10%, lebih rendah dari negara Asia Tenggara lainnya.
Namun, ketergantungan pada perdagangan yang mencapai tiga kali lipat PDB menjadikan negeri kota ini tetap rentan terhadap tekanan global.
Baca Juga: Mendagri Minta Pemda Fokus Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
Sektor jasa turut menyumbang angka positif, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 4,8%. MTI menyebutkan bahwa percepatan aktivitas di sektor ini juga menjadi respons langsung terhadap ketidakpastian arah kebijakan tarif AS.
Dengan sektor konstruksi publik juga membalikkan tren negatif, lonjakan PDB ini mencerminkan keberhasilan pendekatan antisipatif Singapura. Namun, sejumlah ekonom tetap berhati-hati, mengingat proyeksi pertumbuhan untuk 2025 telah diturunkan menjadi 0–2%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









