Perdagangan Karbon Tembus Rp77,9 Miliar, BEI: Dua Kali Lipat Jepang
Hefriday | 22 April 2025, 21:31 WIB

AKURAT.CO Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon menunjukkan performa gemilang dalam kancah perdagangan karbon global, dengan transaksi mencapai Rp77,9 miliar
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyebutkan bahwa volume dan nilai transaksi IDXCarbon saat ini sudah melampaui bursa karbon di sejumlah negara maju dan berkembang, termasuk Jepang, Thailand, dan Vietnam.
“Kalau kita bandingkan dengan bursa karbon di Jepang, transaksi kita dua kali lipat dibandingkan dengan bursa Jepang. Begitu juga dengan negara lain yang masih baru merancang bursa karbonnya seperti Thailand dan Vietnam,” ujar Iman dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Prestasi ini menjadikan Indonesia sebagai pemain penting dalam perdagangan karbon regional. Sejak diluncurkan pada 26 September 2023, IDXCarbon mencatat total nilai transaksi sebesar Rp77,91 miliar hingga 17 April 2025, dengan volume transaksi mencapai 1.598.703 ton ekuivalen karbon dioksida (tCO2e).
Angka tersebut jauh melebihi capaian tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2023, volume transaksi tercatat sebesar 494.254 tCO2e. Sementara di 2024, jumlahnya hanya mencapai 413.764 tCO2e. Artinya, dalam waktu kurang dari tujuh bulan di 2025, IDXCarbon berhasil melampaui total volume transaksi dua tahun berturut-turut.
Peningkatan transaksi tersebut turut diiringi dengan pertumbuhan signifikan jumlah partisipan. Saat pertama kali diluncurkan, IDXCarbon hanya memiliki 16 pengguna jasa. Namun hingga pertengahan April 2025, jumlahnya melonjak 587% menjadi 111 pengguna jasa.
Menurut Iman, tingginya minat pelaku usaha, baik dalam maupun luar negeri, terhadap perdagangan karbon Indonesia didorong oleh kualitas proyek pengurangan emisi yang tersedia, serta transparansi sistem perdagangan di IDXCarbon.
Tercatat, hingga saat ini terdapat tujuh proyek pengurangan emisi berbasis teknologi yang diperjualbelikan secara aktif, dengan total unit karbon yang tersedia untuk diperdagangkan mencapai 2.203.119 tCO2e.
IDXCarbon juga mulai menarik perhatian pelaku usaha global. Permintaan dari pemilik proyek luar negeri yang ingin mendaftarkan dan memperdagangkan kredit karbonnya melalui Indonesia terus berdatangan. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap mekanisme bursa karbon Indonesia kian menguat.
“Fokus kami saat ini adalah membuka perdagangan unit karbon Indonesia kepada audiens internasional selebar-lebarnya,” tegas Iman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






