Sleepwalking: Mengapa Bisa Terjadi dan Apa Penyebab Utamanya?
AKURAT.CO Pernahkah kamu mendengar seseorang bercerita tentang tidur sambil berjalan, atau mungkin justru mengalaminya sendiri? Fenomena ini dikenal dengan istilah sleepwalking atau somnambulisme.
Sekilas terlihat lucu atau unik, karena seseorang bisa berjalan, berbicara, bahkan melakukan aktivitas lain tanpa sadar. Namun, di balik itu sleepwalking sebenarnya bisa berbahaya, terutama jika penderita melakukan hal yang berisiko, seperti keluar rumah atau naik tangga.
Lalu, mengapa kondisi ini bisa terjadi? Apa penyebab utama seseorang mengalami sleepwalking?
Baca Juga: Kenali Gejala yang Terjadi Saat Sleepwalking
Apa Itu Sleepwalking?
Sleepwalking adalah jenis parasomnia, yaitu gangguan perilaku yang muncul saat seseorang sedang tidur. Banyak orang mengira bahwa sleepwalking terjadi saat bermimpi, padahal kenyataannya berbeda. Kondisi ini timbul akibat gangguan arousal, yaitu peralihan dari fase tidur dalam NREM (non-rapid eye movement). Pada fase ini, seseorang sedang berada di tidur paling dalam dan tidak sedang bermimpi.
Saat mengalami sleepwalking, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti duduk di tempat tidur, berjalan keluar kamar, membuka pintu, hingga berbicara. Hal yang membingungkan adalah, penderita biasanya tidak menyadari apa yang mereka lakukan dan tidak mengingat kejadian tersebut saat bangun di keesokan hari.
Penyebab Utama Sleepwalking
Meskipun lebih sering dialami oleh anak-anak, sleepwalking juga bisa terjadi pada orang dewasa. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik, medis, maupun gaya hidup sehari-hari. Beberapa penyebab utamanya antara lain:
§ Faktor Genetik dan Keturunan
Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat sleepwalking, risiko anak mengalaminya akan meningkat. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh genetik dalam kondisi tersebut.
§ Kurang Tidur dan Kelelahan Ekstrem
Kurangnya waktu istirahat membuat otak kesulitan berpindah dengan baik antar tahap tidur. Situasi inilah yang dapat memicu seseorang berjalan dalam keadaan tidak sadar.
§ Stres dan Gangguan Emosional
Tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, atau perubahan besar dalam hidup bisa mengganggu kualitas tidur. Baik emosi negatif maupun positif yang intens sama-sama bisa memicu terjadinya sleepwalking.
§ Pengaruh Obat-obatan dan Zat Tertentu
Beberapa obat tidur, sedatif, atau antidepresan dapat mengacaukan siklus tidur. Konsumsi alkohol juga berpengaruh besar karena dapat mengganggu sistem saraf pusat.
§ Kondisi Medis dan Gangguan Tidur Lain
Gangguan tidur seperti sleep apnea, demam tinggi pada anak, atau penyakit neurologis tertentu sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko sleepwalking.
Baca Juga: Gangguan Sleepwalking, Berbahayakah Bagi Kesehatan?
Perbedaan Sleepwalking pada Anak dan Dewasa
Sleepwalking lebih sering terjadi pada anak-anak karena otak mereka masih dalam tahap perkembangan. Umumnya, kondisi ini akan berkurang atau bahkan hilang seiring bertambahnya usia. Namun, pada orang dewasa, sleepwalking biasanya lebih serius. Penyebabnya sering kali terkait dengan stres tinggi, kondisi medis tertentu, atau efek samping obat-obatan.
Risiko Sleepwalking yang Perlu Diwaspadai
Meskipun terlihat sepele, sleepwalking dapat membawa bahaya serius. Penderitanya bisa berjalan tanpa sadar, membuka pintu, menaiki tangga, atau bahkan keluar rumah. Tanpa pengawasan, kondisi ini dapat menimbulkan kecelakaan maupun cedera.
Cara Mengurangi Risiko Sleepwalking
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya sleepwalking:
§ Menjaga pola tidur sehat
Tidur cukup 7–9 jam per malam, menjaga rutinitas tidur yang konsisten, serta menciptakan kamar tidur yang nyaman.
§ Mengelola stres dan kecemasan
Lakukan relaksasi, meditasi, atau olahraga ringan untuk menenangkan pikiran sebelum tidur.
§ Konsultasi medis bila diperlukan
Jika sleepwalking sering terjadi atau menimbulkan risiko berbahaya, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan medis bisa membantu menemukan penyebab, misalnya sleep apnea atau efek samping obat, sehingga dapat ditangani dengan tepat.
Sleepwalking adalah gangguan tidur kompleks yang dipengaruhi oleh faktor genetik, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu. Walaupun sering terjadi pada anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalaminya dengan pemicu yang berbeda.
Meskipun terlihat sepele, sleepwalking dapat membahayakan keselamatan bila tidak dikelola dengan baik. Menjaga pola tidur sehat, mengendalikan stres, serta berkonsultasi ke dokter adalah langkah penting untuk mengurangi risikonya.
Nia Ayunia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T




