IHSG Ambruk ke 7.563,26 Terimbas Serangan Balasan Iran ke Israel

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun cukup signifikan, merosot 1,03% atau sekitar 78,87 poin, dan tutup di angka 7.563,26 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (2/10/2024). Penurunan ini bukan tanpa alasan, pasar memang lagi tertekan karena berbagai faktor.
Menurut Financial Expert dari Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, IHSG hari ini memang akan bergerak melemah di rentang 7.550 hingga 7.680. Penurunan ini terkait dengan ketegangan geopolitik, terutama setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke Israel, yang berpengaruh pada lonjakan harga minyak mentah WTI, naik 2,44% ke level 69,83 dolar AS per barel.
Tercatat, sebelas sektor yang ada, hanya sektor barang baku yang berhasil mencatatkan sedikit penguatan, cuma 0,03% saja. Sisanya, sepuluh sektor lain merosot.
Baca Juga: The Fed Pangkas Suku Bunga, IHSG Bakal Menguat ke Kisaran 7.812
Sektor transportasi dan logistik jadi yang paling terpukul, turun 1,95%. Di belakangnya ada sektor infrastruktur yang juga tergerus 1,75%, dan barang konsumsi non primer yang merosot 1,74%. Properti dan real estat pun tidak kalah, terpangkas 1,49%, sementara sektor teknologi turun 1,39%.
Sektor-sektor lainnya juga ikutan melemah, mulai dari barang konsumsi primer yang terpangkas 1,33%, keuangan yang tergerus 1,32%, industri yang turun 0,45%, kesehatan melemah 0,38%, hingga energi yang ikut turun 0,30%.
Di tengah situasi yang kurang cerah ini, ada beberapa saham yang tetap bersinar di indeks LQ45. Yang jadi top gainers hari ini yakni PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang naik 8,95%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 2,33% dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 1,94%
Sebaliknya, sejumlah sahammenjadi yang terpuruk alias top losers seperti PT Indosat Tbk (ISAT) yang turun 4,13%, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) yang turun 3,97% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 3,74%.
Di bursa, total volume transaksi mencapai 33,2 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 14,4 triliun. Dari semua saham yang diperdagangkan, 453 saham melemah, cuma 163 yang menguat, dan 186 sisanya stagnan.
Jadi, IHSG kini mencatatkan akumulasi penurunan sebesar 2,29% dalam seminggu terakhir. Namun, tidak semua kabar buruk, karena sejak awal tahun IHSG masih mencatatkan penguatan sebesar 3,99%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi Bahasa Inggris TKA SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








