AKURAT.CO Nama Budi Harto, Direktur Utama PT Hutama Karya (HK), sedang menjadi sorotan publik lantaran dipanggil untuk pemeriksaan sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pemeriksaan ini berkaitan dengan pembelian lahan di sekitar proyek Tol Trans Sumatera. Dilansir dari laman resmi perusahaan, Pengangkatannya sebagai dirut Hutama Karya didasarkan pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-182/MBU/06/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Hutama Karya pada tanggal 6 Juni 2020.
Budi Harto, yang dikenal luas karena rekam jejaknya yang positif di sektor konstruksi dan kepemimpinannya di PT Hutama Karya. Pria kelahiran Boyolali pada 11 September 1959 ini merupakan lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 1983.
Baca Juga: KPK Dalami Peruntukan Lahan Tol Trans Sumatera saat Periksa Dirut PT Hutama Karya Budi Harto
Setelah selesai menempuh gelar sarjana, Budi Harto menempuh gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada 1997 dan Magister Psikologi Industri dari Universitas 17 Agustus 1945 pada 2002.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT Hutama Karya, Budi Harto telah mengisi posisi-posisi strategis di beberapa perusahaan terkemuka. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada periode 2016-2020, Wakil Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 2015-2016, dan Direktur Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada tahun 2013-2015.
Kekayaan
Dilansir laman KPK dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikannya pada 12 Januari 2024 untuk periode 2023, Budi Harto melaporkan total harta kekayaan senilai Rp46,48 miliar.
Harta kekayaannya tersebut meliputi tanah dan bangunan senilai Rp21,9 miliar, alat transportasi dan mesin Rp1,21 miliar, harta bergerak lainnya Rp2,85 miliar, surat berharga Rp18,24 miliar, kas dan setara kas Rp2,68 miliar, serta harta lainnya senilai Rp2,1 miliar.
Diketahui Budi memiliki beberapa kendaraan yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Di antaranya adalah Toyota Innova tahun 2017 yang diperoleh dari hasil sendiri dengan nilai sebesar Rp238.882.000.
Selain itu, ia juga memiliki Honda Accord tahun 2017, yang juga dari hasil sendiri, dengan nilai mencapai Rp625.000.000. Tidak hanya itu, Budi Harto memiliki Honda HR-V Jeep tahun 2019 yang nilainya tercatat sebesar Rp350.000.000.
Meskipun memiliki kekayaan yang signifikan, tercatat bahwa Budi Harto juga memiliki utang senilai 2,5 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa










