Siap-siap, Bos BRI Bidik Pembagian Dividen 2023 hingga Rp48 T, Setara 80 Persen Laba Bersih

AKURAT.CO Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI, Sunarso, mengatakan bahwa pihaknya berencana membagikan dividen tahun buku 2023 dengan payout ratio (divident payout ratio/DPR) hingga 80%, atau sekitar 48 triliun rupiah.
Diketahui, laba bersih BRI sepanjang 2023 lalu tembus Rp60,4 triliun, terdorong peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 8,5% YoY menjadi Rp135,18 triliun dan peningkatan pendapatan berbasis komisi atau (fee based income/ FBI) sebesar 10,34% YoY menjadi Rp20,74 triliun.
Menurut Sunarso, rasio payout dividen atau DPR sebesar 80% masih realistis lantaran rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BBRI mencapai 27%. Padahal, jika mengacu pada standar basel, kebutuhan untuk mengantisipasi seluruh jenis risiko hanya sebesar 17,5%.
Baca Juga: Salurkan Rp6 T Tahun Lalu, BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pembiayaan 20 Persen di 2024
Dengan kelebihan modal 10% dari ambang batas tersebut serta asumsi BBRI lazimnya menggunakan CAR sebesar 2% per tahun, maka perseoran tak membutuhkan penambahan modal dalam 5 tahun ke depan.
"Saya ingin minimal 70% sampai 80% laba dibagi dalam bentuk dividen. Dari laba BRI Rp60,4 triliun itu kalau dikali 80% berarti Rp48 triliun. Duit itu mengalir ke pemegang saham dalam hal ini pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas setara 53,19 persen," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/2/2024).
Sebagai perbandingan, sebelumya perseroan membagikan dividen Rp43,49 triliun setara 85% dari laba bersih konsolidasian 2022.
Dividen yang dibagikan ini sudah termasuk jumlah dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal 27 Januari 2023 sejumlah Rp8,6 triliun dan sisanya sekitar Rp 34,89 triliun.
Artinya meski secara nominal naik, secara rasio sebenarnya lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Secara historis, BBRI konsisten menetapkan DPR di kisaran 80 persenan dalam 2 tahun terakhir, dengan dividen sebesar Rp43,49 triliun di 2022 dan Rp26,41 triliun pada 2021. Kecuali pada 2020, BBRI hanya menyisihkan 60% dari laba bersih untuk dividen atau setara Rp12,13 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








