AKURAT.CO - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi kegiatan usaha PT BNC Sekuritas Indonesia. Sanksi yang diberikan merupakan tindak lanjut surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-159/PM.12/2023 tanggal 27 September 2023 perihal Penghentian Sementara Kegiatan Usaha PT BNC Sekuritas Indonesia.
"Dengan ini, PT Bursa Efek Indonesia mengumumkan bahwa terhitung sejak Sesi II Perdagangan Efek tanggal 27 September 2023, PT BNC Sekuritas Indonesia tidak diperkenankan melakukan aktivitas perdagangan di bursa sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut," kata Irvan Susandy, Direktur Bursa Efek Indonesia dikutip dari keterbukaan informasi publik, Kamis (28/9/2023).
PT BNC Sekuritas Indonesia mulai beroperasi sebagai perusahaan pialang saham berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. KEP-70/PM/1992 tanggal 26 Februari 1992.
Baca Juga: Penyebab BEI Suspensi Saham Waskita Karya
BNC Sekuritas Indonesia semul bernama PT Bloom Nusantara Capital sebelum diubah menjadi PT BNC Sekuritas Indonesia pada tanggal 15 Juni 2016. Saat ini perusahaan dikelola oleh tim yang terdiri lebih dari 35 anggota staf profesional dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.
Perusahaan telah mencatatkan nilai transaksi Januari 2023 sebesar Rp515,53 miliar. Februari 2023 senilai Rp520,09 miliar. Maret 2023 sejumlah Rp462,52 miliar. April 2023 terakumulasi Rp305,24 miliar. Mei 2023 terkumpul Rp390,54 miliar. Juni 2023 sejumlah Rp255,28 miliar. Juli 2023 tercatat Rp333,97 miliar. Dan, Agustus 2023 terakumulasi Rp518,21 miliar.
BNC Sekuritas turut mengantongi izin perantara pedagang efek (PPE). Modal dasar Rp50 miliar, dan modal disetor Rp30 miliar. Pemegang saham terdiri dari Global Putera Sejati 58,85%, Malvin Latief 20%, Teddy Chandra 15%, Dana Abadi Bersama 5,82%, dan Hendro Sasmita yang menggenggam 0,33%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







