Akurat Logo

Pemulihan Bencana Sumatra, 99 Sekolah Masih Darurat dan Sawah Rusak Berat

Esha Tri Wahyuni | 27 Oktober 2026, 16:46 WIB
Pemulihan Bencana Sumatra, 99 Sekolah Masih Darurat dan Sawah Rusak Berat
Mendagri Tito Karnavian

AKURAT.CO Mendagri Tito Karnavian menyebut 99 sekolah terdampak bencana Sumatra masih belajar di kelas darurat. Anggaran pemulihan sawah dan perikanan juga belum sepenuhnya disetujui.

Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih menyisakan pekerjaan di sektor pendidikan, pertanian, dan perikanan. 

Pemerintah menyebut 99 dari 4.922 sekolah terdampak masih menggunakan ruang belajar darurat, sementara kebutuhan perbaikan lahan pertanian dan sektor perikanan belum seluruhnya mendapat alokasi anggaran yang diajukan.

Baca Juga: Paragon Kahf Salurkan 11.000 Masker N95 dan Tabung Oksigen untuk Korban Karhutla

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, sebagian besar kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak telah kembali berjalan. Namun, sejumlah sekolah masih memerlukan perbaikan agar dapat kembali menggunakan fasilitas secara normal.

"Belajar mengajar 100% sudah berjalan. Tapi ada 99 dari 4.922 terdampak, 99 itu masih di kelas darurat," kata Tito usai rapat tingkat menteri di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Menurut Tito, penanganan sekolah terdampak dilakukan melalui beberapa skema. Sebagian bantuan disalurkan langsung kepada sekolah, sedangkan perbaikan lainnya dikerjakan melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan TNI Angkatan Darat.

Tito menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajukan kebutuhan anggaran lebih dari Rp 4 triliun. Namun, anggaran yang disetujui sekitar Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,6 triliun.

"Pak Mendikdasmen itu mengajukan Rp 4 triliun lebih, yang di-approve lebih kurang Rp 1,5 atau Rp 1,6 triliun. Tapi semua dikerjakan Rp 1,6 triliun tadi," ujarnya.

Selain pendidikan, sektor perikanan dan pertanian juga menghadapi kesenjangan antara kebutuhan pemulihan dan anggaran yang telah disetujui pemerintah. Kerusakan tambak, sawah, dan sarana produksi menjadi bagian dari pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

Tito mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajukan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun untuk mendukung pemulihan sektor tersebut. Namun, anggaran yang disetujui baru sekitar Rp 113 miliar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.