Pemulihan Bencana Sumatra, 99 Sekolah Masih Darurat dan Sawah Rusak Berat

AKURAT.CO Mendagri Tito Karnavian menyebut 99 sekolah terdampak bencana Sumatra masih belajar di kelas darurat. Anggaran pemulihan sawah dan perikanan juga belum sepenuhnya disetujui.
Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih menyisakan pekerjaan di sektor pendidikan, pertanian, dan perikanan.
Pemerintah menyebut 99 dari 4.922 sekolah terdampak masih menggunakan ruang belajar darurat, sementara kebutuhan perbaikan lahan pertanian dan sektor perikanan belum seluruhnya mendapat alokasi anggaran yang diajukan.
Baca Juga: Paragon Kahf Salurkan 11.000 Masker N95 dan Tabung Oksigen untuk Korban Karhutla
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, sebagian besar kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak telah kembali berjalan. Namun, sejumlah sekolah masih memerlukan perbaikan agar dapat kembali menggunakan fasilitas secara normal.
"Belajar mengajar 100% sudah berjalan. Tapi ada 99 dari 4.922 terdampak, 99 itu masih di kelas darurat," kata Tito usai rapat tingkat menteri di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurut Tito, penanganan sekolah terdampak dilakukan melalui beberapa skema. Sebagian bantuan disalurkan langsung kepada sekolah, sedangkan perbaikan lainnya dikerjakan melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan TNI Angkatan Darat.
Tito menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajukan kebutuhan anggaran lebih dari Rp 4 triliun. Namun, anggaran yang disetujui sekitar Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,6 triliun.
"Pak Mendikdasmen itu mengajukan Rp 4 triliun lebih, yang di-approve lebih kurang Rp 1,5 atau Rp 1,6 triliun. Tapi semua dikerjakan Rp 1,6 triliun tadi," ujarnya.
Selain pendidikan, sektor perikanan dan pertanian juga menghadapi kesenjangan antara kebutuhan pemulihan dan anggaran yang telah disetujui pemerintah. Kerusakan tambak, sawah, dan sarana produksi menjadi bagian dari pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
Tito mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajukan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun untuk mendukung pemulihan sektor tersebut. Namun, anggaran yang disetujui baru sekitar Rp 113 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian








