Bedah Rumah di Daerah Masih Banyak Yang Belum 100 Persen Rampung

AKURAT.CO Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyoroti lambatnya realisasi Program Bedah Rumah di 4 provinsi yang mendapat tambahan alokasi besar pada 2026 termasuk Sulawesi Tengah, Papua, Jambi, maupun Sulawesi Utara.
Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah pusat dan daerah perlu menggunakan data yang sama untuk memastikan program perumahan yang telah dialokasikan benar-benar terlaksana.
Hal itu disampaikan saat melakukan koordinasi secara daring dengan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) se-Indonesia serta sejumlah gubernur pada Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Alokasi Bedah Rumah Naik Tajam, Pemda Diminta Percepat Eksekusi
“Bekerja basisnya data dan fakta. Antara kepala balai, pusat, dan pemda harus punya ukuran dan data yang sama,” ujar Maruarar di Gedung Wisma Mandiri Jakarta, Rabu Malam (23/9/2026).
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Program Bedah Rumah. Pada 2026, alokasi program tersebut mencapai 8.750 unit di Sulawesi Tengah, 5.133 unit di Papua, 5.071 unit di Jambi, dan 10.800 unit di Sulawesi Utara.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan alokasi pada 2025. Di Sulawesi Tengah, misalnya, alokasi sebelumnya hanya 81 unit. Papua mendapat 851 unit, Jambi 1.524 unit, sedangkan Sulawesi Utara 747 unit.
Namun, peningkatan alokasi tersebut belum sepenuhnya diikuti penyelesaian di lapangan. Hingga September 2026, penyelesaian 100% baru tercatat sebanyak 116 unit di Sulawesi Tengah, 48 unit di Papua, 431 unit di Jambi, dan 224 unit di Sulawesi Utara.
Maruarar meminta pemerintah daerah bersama balai mencari solusi atas berbagai hambatan yang membuat pelaksanaan program belum sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.
“Jangan sampai sudah dialokasikan Program Bedah Rumah dengan angka yang besar seperti di Papua tapi tidak terserap, dengan berbagai alasan. Makanya kita cari solusi bersama-sama,” tegasnya.
Kendala geografis hingga distribusi material
Kementerian PKP mencatat pelaksanaan Bedah Rumah di sejumlah daerah menghadapi tantangan yang berbeda. Kondisi geografis menjadi salah satu persoalan, terutama di wilayah kepulauan dan daerah dengan medan yang sulit dijangkau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR








