Akurat Logo

Rumah Tak Layak Huni Masih Kerap Ditemui di Pusat Jakarta, Menteri PKP Ungkap Datanya

Esha Tri Wahyuni | 19 September 2026, 14:07 WIB
Rumah Tak Layak Huni Masih Kerap Ditemui di Pusat Jakarta, Menteri PKP Ungkap Datanya
Maruarar melihat langsung kondisi tiga rumah milik calon penerima bantuan, yakni Siti Nurbaiti, Muhadi, dan Elin Nustiana

AKURAT.CO Rumah tidak layak huni masih ditemukan di tengah kawasan padat Jakarta. Kondisi tersebut terlihat saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau sejumlah rumah calon penerima Program Bedah Rumah di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Maruarar melihat langsung kondisi tiga rumah milik calon penerima bantuan, yakni Siti Nurbaiti, Muhadi, dan Elin Nustiana. Ketiganya diusulkan menerima bantuan setelah melalui proses verifikasi kondisi hunian.

Salah satu rumah yang ditinjau merupakan tempat tinggal Siti Nurbaiti bersama suami, dua anak, dan kakaknya. Rumah tersebut memiliki luas 42,5 meter persegi. Sementara itu, suami Siti, Dadang Lesmana, sehari-hari bekerja sebagai pemulung botol dengan penghasilan sekitar Rp500.000 per bulan.

Baca Juga: Renovasi Rumah Tak Layak Huni, Menteri PKP Usulkan Tambahan Anggaran Rp48 Triliun

Kondisi rumah Siti juga menunjukkan persoalan kelayakan hunian. Atap rumah mengalami kebocoran, sebagian besar dinding retak, dan sejumlah bagian bangunan telah lapuk. Rumah tersebut juga rawan terdampak banjir ketika hujan.

Kondisi serupa ditemukan di rumah Muhadi. Rumah seluas 40 meter persegi itu telah ditempatinya selama sekitar 50 tahun dan dihuni bersama empat anggota keluarganya. Muhadi saat ini tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan tetap.

Berdasarkan hasil verifikasi, sejumlah bagian rumah Muhadi membutuhkan perbaikan, mulai dari pondasi, sloof, kolom, ring balok, dinding hingga rangka atap. Struktur bangunan dinilai sudah tidak kokoh. Bagian atap rumah bahkan hanya menggunakan plastik dan terpal.

Sementara itu, Elin Nustiana tinggal bersama suami dan tiga anaknya di rumah seluas 25 meter persegi. Suami Elin bekerja sebagai buruh bengkel dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan.

Maruarar mengatakan temuan tersebut menunjukkan persoalan rumah tidak layak huni tidak hanya berada di kawasan pinggiran. Di pusat Jakarta, masih terdapat warga dengan kondisi ekonomi terbatas yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan yang membutuhkan perbaikan.

“Saya rasa kita menemukan rumah yang tidak layak huni. Kita lihat profil rumahnya sangat parah dari lantainya, atapnya, dan mayoritas bocor. Jadi ini ada di pusat Jakarta, di Petamburan, di Tanah Abang. Kita bisa menemukan masih ada yang berpenghasilan Rp500 ribu,” ujar Maruarar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Ara, kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah perlu memastikan bantuan perumahan dapat menjangkau masyarakat yang belum memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah secara mandiri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.