Konflik Baru dengan AS - Israel Bikin Diplomasi Nuklir Iran Kian Suram

AKURAT.CO Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) dengan membidik pimpinan tertinggi negara itu. Operasi bertajuk 'Operation Epic Fury' ini menjadi eskalasi besar baru di Timur Tengah dan berpotensi meluas ke kawasan Teluk.
Presiden AS, Donald Trump, menyebut serangan itu bertujuan menghapus ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat. Ia juga mengatakan upaya tersebut memberi kesempatan bagi rakyat Iran menentukan masa depan politiknya, yang langsung memicu respons keras dari Teheran.
Tak lama setelah serangan dilancarkan, Iran menembakkan rudal ke wilayah Israel. Ledakan juga terdengar di sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kini telah resmi dinyatakan tewas. Media pemerintah Iran juga melaporkan 40 orang tewas akibat serangan udara di sebuah sekolah, namun klaim tersebut belum terverifikasi.
Serangan terbaru ini makin menjauhkan peluang penyelesaian diplomatik atas sengketa program nuklir Iran dengan negara-negara Barat. Perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran sebelumnya juga dilaporkan berakhir tanpa terobosan berarti.
Iran menegaskan seluruh pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan berada dalam jangkauan militernya. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan negaranya siap mengerahkan seluruh kemampuan pertahanan untuk melakukan balasan.
Ketegangan yang meningkat ikut mengguncang pasar energi global. Ledakan dilaporkan terjadi di sekitar Pulau Kharg, pusat ekspor utama minyak Iran yang menjadi jalur vital pengiriman melalui Selat Hormuz.
"Jika kita tidak melihat tanda-tanda de-eskalasi selama akhir pekan, premi risiko masih dapat mendorong Brent (minyak mentah) naik sebesar $10-$20/bbl (per barel) pada hari Senin," ujar Jorge Leon selaku kepala analisis geopolitik di Rystad Energy, dikutip dari Reuters, Sabtu (28/2/2026).
Analis memperkirakan harga minyak mentah Brent berpotensi melonjak jika situasi tidak mereda dalam waktu dekat. Sejumlah maskapai internasional juga mulai membatalkan atau mengalihkan penerbangan yang melintasi wilayah Timur Tengah.
Operasi Militer Dirancang Berbulan-bulan
Pejabat pertahanan Israel mengatakan operasi ini telah disiapkan selama berbulan-bulan bersama Washington. Kampanye militernya diperkirakan berlangsung beberapa hari, meski detail pengerahan kekuatan AS belum diungkap.
Presiden Donald Trump menegaskan misi utamanya adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, Teheran membantah mengembangkan bom atom, tetapi tetap melanjutkan program rudal balistiknya.
Kondisi di Teheran dilaporkan tegang setelah serangan terjadi. Warga ramai-ramai menarik uang tunai dan mengantre bahan bakar, sementara sebagian memilih keluar dari ibu kota.
Pemerintah Israel juga mengambil langkah darurat. Sekolah, tempat kerja non-esensial dan wilayah udara untuk penerbangan sipil ditutup sementara.
Eskalasi ini terjadi setelah perang udara singkat antara kedua negara pada Juni tahun lalu. Dengan serangan dan ancaman yang terus berlanjut, risiko konflik regional yang lebih luas kini semakin nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




